SUMEDANG, TRIBUN – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Situraja, Otang Sutisna dipindahkan dari SMK Situraja. Otang dimutasi ke SMK negeri yang baru berdiri di Kecamatan Buahdua.
Sementara SMKN Situraja yang sebelumnya siswa bergejolak unjukrasa memprotes banyaknya pungutan kini yang menjadi kepala sekolahnya, Yayat yang sebelumnya guru di SMKN 1 Sumedang.
Otang dimutasi bersama puluhan kepala sekolah SMP, SMA dan SMK serta kepala tata usaha sampai penilik dan pengawas sekolah. Pelantikan dilakukan Bupati Don Murdono di gedung Kandaga Guru Sumedang, Selasa (9/2).
Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan, Rusyana menyebutkan mutasi terhadap kepala SMK Situraja itu tidak ada kaitannya dengan aksi unjukrasa sebelumnya. “Mutasi itu bagian dari penyegaran dan menjalankan tour of duty. Jadi jangan dikaitkan dan tidak ada kaitannya dengan aksi unjukrasa sebelumnya,” elak Rusyana, siang tadi.
Menurut Rusyana, mutasi di lingkungan dunia pendidikan sudah lama diagendakan. “Ini agenda rutin saja,” katanya lagi.
Kepala SMKN 1 Situaraja, Otang Sutisna sebelumnya didemo semua siswa di SMK yang baru satu kali meluluskan siswanya ini. Aksi unjukrasa itu dipicu aneka pungutan yang mencapai Rp 890 ribu dan harus luna dibayar sebelum ujian nasional.
Menyusul aksi itu Disdik turun tangan dan menghapus pungutan yang dinilai memberatkan siswa diantaranya biaya bakkti siswa yang besarnya Rp 200 ribu. Para siswa yang sebelumnya melakukan aksi unjukrasa mengaku mereka senang dengan dipindahkannya kepala sekolah. “kai akan syukuran membuat nasi kuning karena telah berhasil kepala sekolah itu dipindahkan,” kata mereka yang gembira dan mengirimkan SMS ke gurunya setelah tahu kepala sekolah dimutasi.
Bupati Don Murdono melakukan mutasi terhadap 14 kepala sekolah SMA kemudian kepala SMK (3), kepala SMP (48), kepala tata usaha (18), penilik 12 dan pengawas (22). (std)