Akibat terjangan banjir, industri?industri tekstil dan produk tekstil (TPT), baik skala besar, menengah, maupun kecil, terkena imbasnya. Mereka mengalami kerugian yang nilainya fantastis.
“Secara angka pastinya, kami belum menerima laporan mengenai kerugian industri TPT akibat banjir,” tandas Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Ade Sudrajat, Selasa (9/2).
Dikemukakan, mayoritas, kerugian yang diderita para pelaku usaha sektor TPT adalah dalam hal produksi. Menurutnya, banjir yang menerjang beberapa titik di
“Terhentinya proses produksi itu karena industri?industri mencabut komponen mesin untuk memproduksi tekstil, seperti dinamo. Itu karena apabila dinamo tersebut terendam air, kerugiannya berpotensi lebih besar,” papar Ade. (win)