JAKARTA, TRIBUN - Beberapa jam setelah tiga jenazah yang diduga teroris korban penggerebekan di Pamulang tiba di RS Polri Kramat Jati, tim dari Indonesian Automatic Finger Print Identification System (Inafis) mulai bekerja memeriksa dan melakukan identifikasi pada ketiga jenazah.
Tim Inafis yang terdiri dari lima anggotanya tiba di RS Polri sekitar pukul 19.00, dengan menggunakan mobil Inafis berwarna oranye.
Saat tiba, kelima anggota Inafis yang membawa peralatan identifikasi langsung memasuki tempat ketiga jenazah disimpan, yakni ruang Instalasi Kedokteran Forensik.
Sebelumnya, ketiga korban tewas yang diduga teroris adalah hasil penggrebekan tim Densus 88 di Pamulang. Ketiga jenazah tiba di RS Polri dalam dua tahap. Jenazah pertama tiba pukul 13.45, dan dua jenazah berikutnya tiba pukul 15.30.
Sementara itu, puluhan aparat kepolisian masih menjaga ketat di sekitar ruang jenazah disimpan. Dan puluhan para pemburu beritapun tak mau ketinggalan. Mereka bersiaga dan mencari perkembangan berita soal teroris ini. (Persda Network/coz)