JAKARTA, TRIBUN-Umar Patek, salah satu buron teroris nomor wahid di Indonesia saat ini, diduga termasuk pelatih kelompok teroris di Aceh. Umar Patek diduga menjadi pelatih teroris di Aceh bersama tujuh buron teroris lainnya yang telah dirilis Polri.
"Menurut fakta-faktanya, keterangannya, dia (Umar Patek) adalah pelatih disana juga. Bukan hanya yang tujuh itu," kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi, di Jakarta, Senin (15/3).
Adapun ketujuh buron, selain Umar Patek yang dimaksud Ito adalah Abu Yusuf alias Mustaqim, Ubaid alias Adi alias Jakfar, Ziad alias Deni Suramto alias Toriq, Tono alias Rahmad alias Bayu Seno, Pandu alias Abu Asma, Abu Rimba alias Munir alias Abu Uteuen, dan Usman alias Gito.
Ditambahkannya, kedelapan orang tersebut lulusan pelatihan perang di Filipina. Kedelapannya merupakan para ahli di bidangnya masing-masing. Sama halnya dengan Dulmatin.
Terkait keberadaan Umar Patek yang diduag di Aceh,Ito mengaku tidak mengetahuinya namun akan terus memburunya. "Bukan hanya di Klaten saja, banyaklah. Jadi di seluruh Indonesia yang ada kaitannya (dengan teroris), anggota Densus di berbagai daerah sudah bergerak. Kami tinggal tunggu hasilnya," jawabnya menyikapi apakah perburuan di Klaten menyangkut keberadaan Umar Patek.
Pada kesempatan itu, Ito pun menegaskan bahwa tindakan jajarannya di Densus yang terkesan "hobby' menewaskan teroris, merupakan tindakan yang tidak terelakkan dari standar operating prosedur yang ada. "Bukan asal
tembak. Polisi itu kan melumpuhkan teroris ini apabila mengancam
masyarakat dan mengancam keselamatan petugas. Kan melumpuhkan (menewaskan) juga ada SOPnya," tandasnya. (Persda Network/Roy)