INDRAMAYU, TRIBUN - Di tengah perburuan teroris di Indonesia, kantor BNI Cabang Indramayu mendapat ancaman bom, Senin (15/3). Teror dilayangkan melalui telepon sekitar pukul 10.35, dan pelaku menyatakan akan meledakkan bangunan bank pelat merah tersebut.
Pejabat Pengganti Sementara Pimpinan BNI Cabang Indramayu Suwarno mengatakan, teror bermula saat seorang staf bank menerima telepon gelap dari seorang pria tak dikenal. Dalam percakapan singkat itu, pria tersebut menyatakan akan meledakkan gedung BNI dalam waktu lima menit. Mendapati pernyataan tersebut, staf yang menerima telepon langsung tercengan dan tidak percaya.
"Namun dia langsung melapor kepada kami, lalu kami melapor ke pihak kepolisian," ujar Suwarno.
Mendapati laporan pihak bank, petugas kepolisian langsung turun ke lokasi. Dalam waktu bersamaan, mereka juga berkoordinasi dengan Detasemen C Brimob Polda Jawa Barat agar menurunkan tim penjinak bom. Tidak lama, tim penjinak pun tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran dan sterilisasi di gedung BNI Cabang Indramayu.
Petugas menyisir setiap sudut ruangan yang ada, dan menghabisakn waktu lebih dari satu jam. Namun dari hasil penyisiran dan sterilisasi tidak ditemukan benda yang mencurigakan. (Tribun Jabar/Ida Romlah)