/ Home / Metro Bandung /
Mahasiswa ITB Dikeroyok Sopir di Ciumbuleuit
Minggu, 10 Mei 2009 | 11:51 WIB

BANDUNG, TRIBUN-Rudolf Rinaldo (23) dan temannya, Danu Arianto (22) babak belur dikeroyok sejumlah sopir taksi di kawasan Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, dini hari tadi.

Keduanya kini dirawat di RSHS Bandung. Salah seorang korban bahkan sempat pingsan beberapa lama sebelum akhirnya siuman.

Rudolf yang juga alumnus ITB menderita luka pada bagian wajah dekat bibir hingga perlu dijahit sekitar 10 jahitan. Sementara rekannya, Danu yang masih berstatus mahasiswa ITB tingkat akhir menderita luka memar di wajah.

Rudolf, di RSHS, beberapa saat lalu mengatakan, ia dan Danu sedang mengendarai mobil bersama tiga rekan mereka saat peristiwa itu terjadi. Saat itu, kata Rudolf, laju kendaraannya tak terlalu kencang. Tiba-tiba dari arah belakang muncul mobil taksi yang melaju kencang dan menyalipnya.

Merasa tindakan sopir itu membahayakan, Rudolf pun memacu mobilnya untuk mengejar taksi tersebut. Taksi ini akhirnya tersusul dan berhasil dipepet hingga berhenti. Adu mulut antara Rudolf dan sopir taksi pun tak terhindarkan.

Saat itu, kata Rudolf, ia mencabut kunci mobil dari taksi yang dipepetnya, lalu melempar kunci tersebut.

Merasa terdesak, si sopir lalu mengontak rekan-rekannya sesama sopir taksi, yang tak makan waktu lama segera saja berdatangan ke lokasi.

Rudolf mengatakan, tak kurang dari 50 mobil taksi yang saat itu datang. Saat itu suasana kian panas, dan insiden pemukulan pun terjadi.

Keributan mereda setelah beberapa petugas kepolisian datang ke lokasi. Para sopir membubarkan diri. Sementara korban dibawa ke RSHS.

Kepala UGD RSHS Bandung, dr Tri, mengatakan, kedua korban mengalami luka ringan pada bagian wajah.

"Pasien Rudolf sudah kami perbolehkan pulang, sementara Danu masih harus kami observasi," ujarnya.(dia)

 

Dibaca 12983 kali  |  Dikomentari 79 kali
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 16 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

dua-duana salah. tapi can tangtu eta pendatang teh. mung da enya we atuh lalu lintas di bandung mah rada teu baleg. pantes we loba nu cilaka, da jelemana rarusuh, arembung ngaralah.

Komentar Oleh: dudu | Sabtu, 13 Februari 2010 | 06:53 WIB

dua2nya salah, yg dipukul dg yg mukul. sebaiknya semua bs menahan diri. ada aturan dan rambu yg hrs di taati oleh pengguna jln.

Komentar Oleh: irwan | Rabu, 13 Januari 2010 | 02:38 WIB

sugan we ari geus disiksa mah moal ngajago teuing, naon hubunganana jeung aya itb an eta mah rek itb atawa itc jelema kitu wajib disiksa

Komentar Oleh: ujang | Rabu, 30 Desember 2009 | 09:49 WIB

Pendatang nu teu nyaho diri mah kudu dibere pelajaran. untung cuma ditonjok, lamaun ditusuk kumaha atuh?

Komentar Oleh: didi | Sabtu, 19 Desember 2009 | 15:04 WIB

untung keneh digulung ku barudak taksi... amun panggih na jeung aing, moal parotong tah ceker si jadol teh..

Komentar Oleh: usep kandaga | Rabu, 16 Desember 2009 | 17:50 WIB

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Menggali Longsor di Tenjolaya
Galeri Foto
Menggali Longsor di Tenjolaya
more on galeri foto
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:50 WIB
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:37 WIB
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:30 WIB
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:23 WIB
Minggu, 14 Maret 2010 | 20:22 WIB