Home » Opini » Orasi »
Optimalisasi Potensi Desa
Rabu, 24 Juni 2009 | 03:01 WIB
A A A Dibaca 2298 kali
Mochamad Yusuf Ansori
dokumentasi
Mochamad Yusuf Ansori – Mochamad Yusuf Ansori, Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

BULAN Juni dan Juli mungkin adalah bulan bertambahnya pengangguran di Indonesia. Pada bulan tersebut, banyak angkatan kerja lulusan SD, SMP, SMA, atau perguruan tinggi yang mencari kerja sebagai konsekuensi hidup ketika lulus dari jenjang pendidikan yang ditekuninya.

    Kondisi ini tidak hanya ada di perkotaan dengan populasi penduduk yang banyak, tetapi terjadi pula di perdesaan. Kondisi yang dilematis ketika usia angkatan kerja yang seharusnya produktif tidak dapat mengapresiasikan potensinya karena sempitnya lapangan kerja yang tersedia.

    Krisis ekonomi berkepanjangan yang terjadi di negeri ini telah menyeret penduduk perdesaan untuk senantiasa melakukan urbanisasi ke perkotaan untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak. Opsi ini sudah menjadi tradisi di berbagai daerah sehingga begitu banyak pemuda desa yang berambisi untuk "mengadu nasib" ke perkotaan. Kondisi ini membuat pola penyebaran penduduk yang tidak baik di mana potensi sumber daya manusia cenderung terkonsentrasi di perkotaan.

    Rendahnya potensi daerah adalah salah satu alasan tingginya angka urbanisasi. Banyaknya penduduk usia angkatan kerja yang meninggalkan daerahnya menjadikan daerah asal mereka seakan terabaikan. Tren merantau sudah menjadi hal yang lumrah sehingga harus dilakukan oleh pemuda angkatan kerja.

    Rendahnya minat seseorang untuk menggali potensi daerahnya juga menjadi alasan lain untuk mencari penghidupan di perkotaan. Banyak penduduk perdesaan yang tidak mengetahui kebutuhan penduduk daerah lain di mana daerahnya bisa memenuhinya. Misalnya, kebutuhan penduduk perkotaan akan sayuran di mana hanya perdesaan yang mampu menyediakannya. Selain itu, banyak kebutuhan pangan yang harus dipenuhi penduduk perkotaan di mana penduduk perdesaan dapat memenuhinya.

Menggali Informasi
Informasi yang tepat tentang kebutuhan masyarakat luas adalah hal penting untuk dapat menggali potensi daerah. Informasi tersebut bisa berasal dari media massa atau sumber langsung yang memiliki kebutuhan. Untuk itu, kita harus rajin menggali informasi dengan jalan bersosialisasi dengan berbagai kalangan seperti pemerintah, pengusaha, pemilik pasar tradisional atau pasar modern, dan kalangan yang mempunyai kepentingan dengan daerah yang kita huni.

    Informasi yang kita dapat adalah hal berharga yang harus kita jaga. Untuk menjaganya, kita sosialiasikan dengan orang di sekitar kita maka diharapkan mendapat informasi tambahan yang memperkaya pengetahuan kita. Terpeliharanya informasi potensi daerah menjadi pemicu seseorang untuk menggali potensi daerahnya. Banyak cara untuk memelihara potensi daerah yang kita miliki, di antaranya dengan mengadakan forum desa di mana dipertemukan masyarakat, pemerintah, dan kalangan  yang berkepentingan. Forum ini menjadi ajang pertukaran informasi antara berbagai pihak, terutama untuk generasi muda. Misalnya, pengusaha dari perkotaan yang membutuhkan sayuran untuk dijual di supermarket bertukar informasi dengan masyarakat setempat, sedangkan pemerintah bertindak sebagai mediator.

    Saat ini, sering terjadi kebingungan di kalangan anak muda di perdesaan tentang "apa yang harus dilakukan" ketika mereka menyelesaikan pendidikannya. Dengan adanya forum desa ini, diharapkan ada pencerahan sehingga para pemuda tahu apa yang harus dilakukan. Kebingungan itu tergambar dari banyaknya pemuda desa yang memilih menganggur daripada harus menggarap tanah milik keluarganya. Mereka beranggapan bahwa hasil bumi tidak dapat menghasilkan uang yang selama ini mereka butuhkan.

    Alangkah lebih baik jika para investor menanamkan modalnya di perdesaan sehingga akan menyerap cukup banyak tenaga kerja. Lemahnya investasi di perdesaan bisa menjadi penyebab kurang seriusnya masyarakat desa mengoptimalkan potensi daerahnya. Mayoritas dari mereka cenderung menggarap lahan apa adanya untuk sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Investasi di bidang pertanian diharapkan menjadi pemicu para petani untuk meningkatkan hasil buminya sehingga akan terasa manfaatnya. Hal ini menjadi cerminan bagi para pemuda untuk menekuni usaha di bidang pertanian karena mereka melihat prospek yang cerah.

    Semua pihak harus memperlihatkan kesungguhannya dalam memberdayakan masyarakat desa. Kesungguhan ini dapat terwujud dari terbukanya akses infromasi yang diinginkan. Tanpa adanya upaya yang serius maka tidak menjadi pendongkrak kesetabilan ekonomi perdesaan yang selama ini menjadi tumpuan. (*)
 

MUHAMMAD YUSUF ANSORI, Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Editor :
Akses http://m.tribunjabar.co.id dan dapatkan berita terbaru langsung di ponsel anda.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
MEMBAHAYAKAN
Galeri Foto
MEMBAHAYAKAN
more on galeri foto
Rabu, 9 September 2009 | 09:47 WIB
Rabu, 10 Juni 2009 | 00:25 WIB
Rabu, 3 Juni 2009 | 01:20 WIB
Rabu, 27 Mei 2009 | 00:18 WIB
Rabu, 20 Mei 2009 | 00:16 WIB