Habibie Pernah Takut Meninggal, Siapkan Kuburan di Samping Makam Ainun, Sebuah Syarat Mutlak
Rabu, 11 September 2019 20:16
Editor: Kisdiantoro
Habibie Pernah Takut Meninggal, Siapkan Kuburan di Samping Makam Ainun, Sebuah Syarat Mutlak
Habibie 

TRIBUNJABAR.ID - Mantan presiden Republik Indonesia BJ Habibie sempat menyinggung soal kematian.

Saat itu, BJ Habibie sempat bilang, ia takutĀ akanĀ kematian.

"Saya bilang terus terang, dulu waktu saya muda, terus jadi tua, sakit-sakitan dioperasi. Saya takut sekali kalau saya mati," ujar Habibie saat wawancara di acara Mata Najwa Juni 2016, dikutip TribunJabar.id dari video yang diunggah Metro TV, Rabu (11/9/2019).

Ia khawatir, jika dirinya meninggal, siapa yang akan menjaga istrinya, Hasri Ainun Besari.

Habibie mengatakan, harus ada yang menjaga Ainun yang sakit, selama 24 jam.

"Saya tidak bisa jawab itu, takut mati waktu itu," ujar Habibie.

Namun, kata dia, saat ini (2016, red) ia tak lagi takut meninggal.

Pasalnya, Ainun sudah berada di dimensi lain.

Habibie mengatakan, Ainun sudah beristirahat dengan damai di kavling nomor 121 di Taman Pahlawan Kalibata.

Ia bahkan mengatakan, seandainya ia meninggal dan masuk ke dimensi yang sama dengan Ainun, yang menemuinya bukan hanya keluarganya saja.

"Tapi (ada juga) Ainun, "hey kamu di sini ya", jadi saya tidak masalah soal itu (meninggal)," ujar Habibie seraya tertawa.

Dalam wawancara tersebut, Habibie bahkan juga mengaku sudah menyiapkan kavling di samping kuburan Ainun.

Kavling itu adalah nomor 120.

"Saya buat persyaratan, tidak mau istri saya dimakamkan di Kalibata kalau saya tida di sebelahnya. Kalau (persyaratan) enggak (dipenuhi), enggak usah (dimakamkan di Kalibata)."

"Itu persyaratan mutlak," ujar Habibie tegas.

Sebelumnya, kabar meninggalnya Habibie dilaporkan di siaran langsung Kompas TV, Rabu (11/9/2019).

Menurut laporan tersebut, kabar meninggalnya Habibie ini disampaikan oleh Kepala RSPAD Dokter Terawan.

"Benar, pukul 18.05 WIB," ujar dr Terawan.

Kisah Cinta

Selain jasanya sebagai negarawan, kisah cinta BJ Habibie dan istrinya, Hasri Ainun Besari juga menjadi salah satu hal yang dikenang dari sosok 'bapak teknologi Indonesia' itu.

Bahkan, kisah cinta antara BJ Habibie dan Ainun sempat diangkat ke layar lebar dengan judul Habibie Ainun.

Ainun sebelumnya wafat pada 22 Mei 2010.
Kini, Habibe, 'menyusul' istrinya tersebut ke Surga, ke sisi Yang Mahakuasa.

Menurut laman Gramedia.com yang dikutip TribunJabar.id, Rabu (11/9/2019), BJ Habibie rupanya bertemu dengan Ainun sejak berusia 12 tahun.

Namun, saat itu belum ada benih cinta antara keduanya.

Pasalnya, Habibie saat itu datang ke ayah Ainun untuk belajar banyak hal.

Ayah Ainun memang dikenal sebagai sosok yang pintar.

Habibie dan Ainun ternyata juga dikenal sebagai sosok yang sama-sama cerdas.

Singkat cerita, Habibie dan Ainun sudah dewasa.

Bertahun-tahun lamanya mereka tak bertemu.

Saat kembali bertemu, Habibie kaget saat melihat Ainun.

Ainun sudah tumbuh menjadi perempuan yang cantik.

Habibie luluh melihat sosok Ainun.

Ia bahkan melontarkan candaan untuk Ainun.

"Jika dulu gula merah (karena berkulit gelap), kini sudah seperti gula pasir (karena putih)," begitu kira-kira bunyi candaan yang dilontarkan Habibie.

Keduanya ternyata saling tertarik.

Hingga akhirnya, memutuskan untuk berpacaran.

Setelah berpacaran, Habibie memantapkan hati melamar Ainun.

Tanggal 12 Mei 1962 menjadi hari bersejarah bagi Habibie dan Ainun.

Mereka mantap untuk sah menjadi suami istri.

Setelah itu, hidup Habibie dan Ainun dilalui bersama.

Baik suka maupun duka telah dilalui.

Mereka dikaruniai dua putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Tentu saja, kebahagiaan mereka semakin lengkap lantaran kehadiran sosok putranya tersebut.

Puluhan tahun pernikahan Habibie dan Ainun terjalin.

Ainun dikenal sebagai ibu yang bertanggungjawab membesarkan kedua anaknya secara sederhana.

Tak hanya itu, Ainun juga membiasakan kedua anaknya untuk berdiskusi dan berpendapat.

Namun, kebahagiaan Habibie dan Ainun harus dihadapkan pada cobaan besar.

Ainun dinyatakan menderita kanker ovarium pada Maret 2010.

Perawatan eksklusif di Jerman pun sempat dilakukan agar Ainun sembuh.

Takdir berkata lain, Ainun wafat pada Mei 2010 waktu Jerman.

Repro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016).
Repro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016). (Kompas/Wisnu Nugroho)

Dalam masa perawatan Ainun, Habibie selalu setia menemani.

Ia menemani sampai embusan nafas terakhir istrinya tersebut.

Setelah istrinya wafat, Habibie bagai kehilangan setengah 'sayapnya'.

Ia disebut sempat mengalami depresi.

Kala itu, Habibie bahkan sempat menangis dan berteriak mencari sang istri.

Ia mencari Ainun saat berjalan tanpa sepati dan memakai baju tidur.

Oleh dokter, Habibie diberikan beberapa saran.

Namun, Habibie lebih memilih untuk membuat catatan pribadi.

Catatan pribadi itu dibuatnya hanya dalam waktu dua bulan saja.

Setelah membuat catatan pribadi tersebut, kondisi Habibie membaik.