Megawati Soal Wafatnya BJ Habibie: Indonesia Kehilangan Sosok Pemimpin yang Inspiratif
Rabu, 11 September 2019 21:41
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Megawati Soal Wafatnya BJ Habibie: Indonesia Kehilangan Sosok Pemimpin yang Inspiratif
Presiden RI ke-3 BJ Habibie (kiri) bergurau dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri saat berjumpa pada Dialog kebangsaan, Mengelola Keragaman, Meneguhkan Keindonesiaan di Auditorium LIPI, Jakarta, Selasa (15/8). Pada acara tersebut selain Megawati dan Habibie, Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono juga hadir menjadi narasumber. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berbelasungkawa atas wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie alias BJ Habibie.

Bagi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, meninggalkan BJ Habibie adalah kehilangan sosok yang inspiratif.

Selain itu, Megawati juga menyebut BJ Habibie sebagai sosok yang tak mengenal lelah.

"Bangsa Indonesia kehilangan sosok pemimpin inspiratif yang tidak pernah mengenal lelah memberikan semangat dan inspirasi agar putra-putri Indonesia berjuang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci kemajuan bangsa," kata Megawati melalui keterangan tertulis, Rabu (11/9/2019).

Megawati menginstruksikan seluruh keluarga besar PDIP memberikan penghormatan terbaik sekaligus meneladani kehidupan BJ Habibie.

Megawati menginstruksikan para kader mewarisi semangat BJ Habibie untuk sadar pada pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai syarat penting kemajuan bangsa.

Hal senada disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Ia mengatakan Megawati dan BJ Habibie memiliki hubungan pertemanan yang erat.

"Ibu Megawati Soekarnoputri mengenang almarhum bukan hanya sebagai sahabat. Kedua pemimpin tersebut sangatlah akrab. Banyak momentum kebersamaan mereka. Bahkan dalam berbagai forum, nampak keakraban di antara mereka," ujar Hasto.

Hasto mencontohkan ketika Megawati dan BJ Habibie santap siang bersama.

Megawati disebut sangat terkesan dengan semangat Habibie mewujudkan pemahaman teknologi sebagai solusi persoalan Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Dalam salah satu pertemuan makan siang, Ibu Mega begitu terkesan dengan semangat Pak Habibie dalam mewujudkan mimpi beliau terhadap pentingnya penguasaan teknologi guna menjawab berbagai tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan penduduk terbesar keempat di dunia," lanjut dia.

BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto pada Rabu (11/9/2019) malam. Ia meninggal dunia karena usia yang sudah tua dan riwayat penyakit yang diderita.

Menurut putra BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya wafat karena faktor usia dan masalah pada jantungnya.

"Karena penuaan itu, organ-organ tubuh mengalami degradasi, menjadi tidak kuat lagi, jantungnya menyerah," kata Thareq Kemal.

Diketahui, BJ Habibie telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit sejak 1 September 2019. (Rakhmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Megawati: Indonesia Kehilangan Pemimpin Inspiratif..."