Puluhan Ribu Keluarga di KBB Alami Krisis Air Bersih, Mereka Tersebar di 49 Desa
Rabu, 11 September 2019 21:06
Editor: taufik ismail
Puluhan Ribu Keluarga di KBB Alami Krisis Air Bersih, Mereka Tersebar di 49 Desa
Ilustrasi kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat dari 10 Kecamatan ada 32.087 kepala keluarga (KK) yang sudah mengalami krisis air bersih saat musim kemarau tahun ini.

Mereka tersebar di 49 desa dan 10 kecamatan. 

Wilayah yang paling banyak merasakan dampak krisis air bersih akibat kekeringan tersebut yakni warga di Kecamatan Cipeundeuy.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Dicky Maulana, mengatakan, untuk mengkover sebanyak 32.087 keluarga di 49 desa itu dibutuhkan suplai air bersih sekitar 14.439.150 liter.

"Tapi baru tujuh kecamatan yang sudah bisa terlayani suplai air bersih. Itu pun BPBD bekerja sama dengan dinas dan lembaga lain seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman, dan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), KBB," ujarnya di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (11/9/2019).

Sebetulnya air di wilayah yang terdampak kekeringan tersebut masih ada, tapi sangat kurang dan tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga desa-desa mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD.

"Kekeringan dan krisis air bersih terus meluas, dari 16 kecamatan di KBB, 10 kecamatan di antaranya sudah terdampak dengan total KK 32.087," katanya.

Menurutnya, kondisi itu kerap terjadi setiap tahun, sehingga pihaknya selalu mengantisipasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak penyedia air, khususnya PDAM Tirta Raharja untuk melakukan pendistribusian air.

"Kapasitas truk tangki milik BPBD hanya 5.000 liter, sementara yang harus didistribusikan ke warga bisa berulang-ulang, makanya digilir untuk pengirimannya," kata Dicky.

Selain itu, lanjutnya, Pemkab Bandung Barat juga sudah membangun sejumlah sumur bor di lokasi langganan krisis air bersih, namun saat musim kemarau terkadang air tetap tidak mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

Seperti diketahui, sepuluh kecamatan yang terdampak kekeringan itu yakni, Kecamatan Cipatat, Sindangkerta, Cipongkor, Parongpong, Cihampelas, Ngamprah, Padalarang, Cipeundeuy, Cisarua dan Batujajar.