Ridwan Kamil Kaji Peluang non-ASN Ikut Seleksi Calon Sekda Jabar
Rabu, 11 September 2019 20:19
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ridwan Kamil Kaji Peluang non-ASN Ikut Seleksi Calon Sekda Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melantik Daud Achmad sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan tengah mengkaji kemungkinan bagi non-ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk mengikuti lelang terbuka jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat ( Sekda Jabar ).

Hal tersebut dikatakannya seusai melantik Daud Achmad sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

"Sedang saya konsultasikan. Pada dasarnya seorang saya tidak ingin melanggar aturan tetapi kami konsultasikan dan minta rekomendasi seperti apa. Walau secara aturan memang dibolehkan tapi kan memang ada dimensi-dimensi lain yang harus diperhatikan kalau non-ASN ikutan dalam proses lelang itu," kata Ridwan Kamil.

Dalam kesempatan tersebut, Daud Achmad yang sebelumnya adalah Asisten Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Sosial Pemprov Jabar, kemudian menjadi Pelaksana Harian (Plh) Sekda Jabar ini, akan bertugas sebagai Pj Sekda Jabar selama maksimal tiga bulan.

Tugas utama Daud, kata Emil, adalah melakukan seleksi, lelang jabatan atau open bidding, untuk mencari sosok pengisi jabatan Sekda Jabar selanjutnya. Daud Achmad, kata Emil, tidak bisa ikut karena terbatas usia menjelang pensiun.

"Terhitung dari sekarang, Pak Daud adalah salah satu yang paling senior, dan saya sudah sangat nyaman. Beliau juga mantan sekwan. Jadi relasi menjahit ke dewan insya Allah lebih baik. Dalam tiga bulan, tugas utamanya juga adalah melakukan seleksi, beliau sendiri tidak bisa ikut karena faktor usia," katanya.

Emil menyampaikan siapapun yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk ikut seleksi terbuka tersebut, bisa segera siap-siap mendaftarkan diri seleksi calon Sekda Jabar jika semua persyaratannya sudah terpenuhi.

"Untuk menjadi Sekda Jabar yang memang beban tugasnya luar biasa ya. Mengurusi hampir 50 juta manusia dengan segala rupanya. Mudah-mudahan kita menemukan yang terbaik, bisa dari dalam, bisa juga dari luar. Di mana saja, zaman sekarang yang penting kerjanya mengakselerasi mesin yang bernama Jabar Juara," katanya.

Emil mengatakan dirinya memberi waktu persiapan open bidding tersebut selama dua minggu. Dengan demikian, pas tiga bulan, tidak terjadi kekosongan jabatan.

Daud Achmad mengatakan salah satu tugasnya antara lain mempersiapkan selama tiga bulan ini untuk seleksi calon Sekda Jabar. Pola seleksi pun sama seperti seleksi eselon dua sebelumnya.

"Kami buka pendaftaran dan untuk jabatan tinggi madya, itu terbuka seluruh Indonesia. Siapapun yang memenuhi syarat, dia bisa mendaftar untuk menjadi sekda," katanya.

Tahapannya, kata Daud, akan membikin dulu tim panitia seleksi yang nantinya alan mendapat surat keputusan dari gubernur. Mereka akan menyeleksi para calon dari mulai syarat admnistrasi, tes psikologi, dan wawancara.

"Sampai nanti si panitia memilih tiga calon, nanti diusulkan oleh Gubernur kepada Presiden. Karena SK sekda oleh Presiden. ASN untuk sekda itu yang jelas golongan 4D minimal dan dia menduduki jabatan tinggi pratama saat ini," katanya.

Mengenai calon dari non-ASN, katanya, masih harus dikaji karena non-ASN bisa menempati sejumlah jabatan tertentu dan harus seizin presiden. Selama ini, katanya, sekda itu harus dari ASN.

"Emang undang-undang memungkinkan, tapi untuk jabatan tertentu. Ada dirjen yang teknis misalnya itu boleh tapi seizin presiden. Tidak serta merta pak Gubernur bisa menunjuk ASN, itu tidak bisa. Kalau sekda, saya yakin sekda itu dari ASN bukan dari non-ASN," katanya.