Gempa Ambon, 6 Ibu Hamil Melahirkan di Tenda Darurat Pengungsian Tanpa Bantuan Tenaga Medis
Rabu, 9 Oktober 2019 21:49
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Gempa Ambon, 6 Ibu Hamil Melahirkan di Tenda Darurat Pengungsian Tanpa Bantuan Tenaga Medis
Seorang bayi lahir di tenda darurat di lokasi pengungsian perbukitan Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (9/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, AMBON- Sebanyak enam ibu hamil dilaporkan melahirkan di tenda-tenda darurat di lokasi pengungsian di perbukitan Dusun Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Lantaran di lokasi pengungsian, sebagian dari enam ibu hamil itu melahirkan tanpa bantuan tenaga medis.

Proses kelahiran hanya dibantu oleh anggota keluarga dari para ibu yang ada di lokasi pengungsian.

“Sudah enam orang ibu hamil yang melahirkan bayinya di lokasi pengungsian. Pertama itu pada 27 September, sehari setelah gempa terjadi,” kata Kepala Dusun Abduh Rakib Narahaubun yang dihubungi KOMPAS.com via telepon seluler, Rabu (9/10/2019).

Dia menjelaskan, keenam ibu hamil yang melahirkan bayi di tenda-tenda darurat itu dalam kondisi sehat, begitu pun dengan bayi mereka.

Meski begitu, dia mengaku bayi-bayi tersebut saat ini sangat membutuhkan gizi tambahan.

“Walaupun sehat, kalau di lokasi pengungsian, ya pasti bayi-bayi itu butuh gizi tambahan ya, karena memang kebutuhan untuk bayi sangat minim di sini,” katanya.

Salah satu warga setempat yang menjadi relawan di posko kesehatan dusun tersebut, Sutria Suatrat mengaku, ibu hamil yang baru saja melahirkan bayi di lokasi pengungsian di perbukitan tersebut diketahui bernama Suryani Matdoan.

“Yang baru melahirkan bayinya di lokasi pengungsian itu namanya Ibu Suryani, beliau melahirkan secara normal dan bayinya selamat,” katanya saat dihubungi KOMPAS.com secara terpisah.

Dari enam ibu hamil yang melahirkan di tenda darurat itu, ada beberapa ibu hamil hanya ditangani oleh keluarganya dan ibu lainnya ditangani oleh tim medis.

“Kalau di samping tenda kami itu, melahirkan tanpa ada bantuan medis, ada beberapa orang ibu hamil lain juga begitu,” ujar Wati Seknun, warga lain.

Hingga kini tercatat sudah 13 ibu hamil di beberapa lokasi pengungsian yang melahirkan bayinya di tenda darurat yang tersebar di Seram Bagian Barat.

Dengan rincian 5 ibu hamil melahirkan di posko pengungsian di Desa Waimital, satu ibu hamil melahirkan di perbukitan Desa Kairatu, satu di dusun Kampung Baru Siompo dan enam di dusun Kelapa Dua.

Sebelumnya diberitakan, gempa 6,8 magnitudo sebelumnya mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 08.46 WIT.

Adapun lokasi gempa berada pada titik koordinat 3.38 Lintang Selatan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 km Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat dengan kedalaman 10 Km.

Akibat gempa tersebut tercatat 50 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami kuka-luka.

Selain korban jiwa, gempa itu juga mengakibatkan kerusakan rumah-rimah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. (Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Dibantu Tenaga Medis, 6 Ibu Hamil Melahirkan di Tenda Pengungsian di Seram Barat"