Gendong Anaknya yang Meninggal, Seorang Ibu Menangis Histeris di Puskesmas Jatibarang Indramayu
Rabu, 9 Oktober 2019 20:56
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Gendong Anaknya yang Meninggal, Seorang Ibu Menangis Histeris di Puskesmas Jatibarang Indramayu
Capture video seorang ibu menangis histeris menggendong anaknya yang meninggal dunia di Puskesmas Jatibarang Indramayu, Selasa (8/10/2019). Bayi 10 bulan itu meninggal akibat tersengat aliran listrik dari sebuah kabel yang terkelupas. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Video seorang ibu menangis histeris sembari mengendong anaknya yang meninggal dunia viral di dunia maya.

Peristiwa seorang ibu menangis histeris sembari mengendong anaknya yang meninggal dunia itu terjadi di Puskesmas Jatibarang Kabupaten Indramayu pada Selasa (8/10/2019).

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris MY Marzuki mengkonfirmasi adanya kejadian tersebut.

Menurut Kapolres, bayi itu bernama Arfan. Ia baru berusia 10 bulan, warga Blok Roma RT 06/02 Desa Bulak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

"Korban kesetrum aliran listrik di rumah milik saudara Sugianto atau rumah kontrakan milik orangtua korban atas nama Madyani," ujar dia kepada Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Rabu (9/10/2019).

Dijelaskan AKBP M Yoris MY Marzuki, Arfan diduga memegang kabel mesin pembuat roti yang sudah terkelupas hingga akhirnya korban tersengat aliran listrik bertegangan tinggi dan meninggal dunia.

Saat kejadian itu, orang tua korban sedang tertidur dan tidak menyadari anaknya sedang memainkan sebuah kabel yang masih tercolok.

"Orang tua korban mendengar anaknya jatuh dan kesetrum langsung berteriak dan menangis lalu dibawa ke Puskesmas Jatibarang," ujar dia.

Setibanya di Puskesmas Jatibarang, korban sudah meninggal dunia.

Saat mengetahui kabar anaknya meninggal dunia, Madyani pun menangis histeris sembari mengendong anaknya yang sudah tiada.

Dalam video 39 detik itu, Madyani terus menangis histeris. Ia menggoyang-goyangkan tubuh bocah berusia 10 bulan itu dengan cara digendong.

Ia berusaha agar anaknya bisa kembali hidup dan terus menangis.

Dalam video itu, seorang perawat Puskesmas Jatibarang berusaha menenangkan Madyani.

"Udah ibu, udah bu sabar sabar. Ikhlaskan, ikhlaskan," ujar seorang perawat Puskesmas Jatibarang.

"Arfan balik nak, balik," timpal Madyani yang terus menangis.

"Ya Allah Gusti, jangan ambil Arfan Ya Allah," lanjut Madyani masih dalam keadaan menangis.

Di akhir video Madyani masih terus menangis, ia membaringkan korban di atas tempat tidur sembari memeluk erat anaknya.

"Arfan bangun nak," ucap Madyani berlinangan air mata.

Kapolres menjelaskan, korban saat ini sudah dibawa orangtuanya ke Kabupaten Kuningan untuk dimakamkan.

"Orang tua korban menerima dan membuat pernyataan atas kejadian ini merupakan musibah," ujar M Yoris MY Marzuki.