Driver Ojol Tolak Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi, Ini Alasan Mereka
Senin, 21 Oktober 2019 20:09
Editor: Ravianto
Driver Ojol Tolak Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi, Ini Alasan Mereka
Nadiem Makarim 

TRIBUNJABAR.ID - CEO dan Founder Go-Jek, Nadiem Makarim, akui terima tawaran jadi Menteri Kebinet Jokowi Jilid II.

Namun, rencana Jokowi menjadikan Nadiem sebagai menteri ditolak oleh para driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda).

Dikutip dari Kompas.com, ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono mengatakan jika Nadiem Makarim dijadikan menteri, akan ada pergerakan ojol seluruh Indonesia sebagai penolakan.

“Ojol tidak setuju apabila Nadiem jadi salah satu menterinya Jokowi, akan ada pergerakan seluruh Indonesia, sebagai penolakan,” ujar Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono, Senin (21/10/2019).

Nadiem Makarim dan Mahfud MD setelah dipanggil Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019).
Nadiem Makarim dan Mahfud MD setelah dipanggil Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019). (kompas.com/ihsanuddin)

Igun mengatakan ada dua alasan mengapa para driver menolak Nadiem untuk menjadi menteri.

Pertama, meskipun Nadiem makrim sudah melepas jabatan di Gojek, ia masih tercatat sebagai pemilik bisnis yang artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.

Kedua adalah meskipun Nadiem Makarim sukses mengembangkan Gojek, tetapi Nadiem dinilai gagal untuk menyejahterakan para mitra pengemudinya.

“Nadiem Makarim boleh besar dengan berderet gelar akademik dan valuasi Gojeknya yang triliunan rupiah, namun dibalik itu, jutaan para mitra ojek onlinenya berdarah-darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan, intinya ojol mitranya belum happy,” kata Igun dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com.

Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang.
Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Seperti diketahui, Nadiem Makarim menghadiri pengumuman Kabinet jokowi Jilid II di Istana Negara pada Senin (21/10/2019).

Mengenakan kemeja putih, Nadiem Makarim masuk ke Istana sembari menebar senyum dan melambaikan tangan kepada para wartawan.

Namun, belum diketahui tujuan kehadirannya di Istana.

Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara (berjas dan dasi merah) bersama CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem makarim (paling kanan), beserta perwakilan Pemerintah Vietnam dalam acara Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).(KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya)
Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara (berjas dan dasi merah) bersama CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem makarim (paling kanan), beserta perwakilan Pemerintah Vietnam dalam acara Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).(KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya) (KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya)

Selang beberapa jam masuk ke gedung Istana, Nadiem Makarim keluar dan memberikan penjelasan apa saja yang dia bicarakan pada Jokowi.

Nadiem merasa terhormat bisa bergabung dan memberi andil pada pemerintahan Indonesia.

"Saya merasa terhormat. Saya merasa sangat senang menjadi warga Indonesia hari ini dari dulu misi saya di Go-Jek ingin menampilkan Indonesia ke panggung dunia gitu,"

"Ini adalah suatu kelanjutan daripada misi itu. Tapi sekarang untuk negara tapi sekarang dalam suatu skala yang lebih besar," jelas Nadiem.

Saat ditanya soal posisi spesifik dirinya di Kabinet Jokowi Jilid II, Nadiem tidak membuka lebih dalam pada rekan-rekan media.

Nadiem terlihat masih menutupi pos mana yang akan dia duduki.

Nadiem hanya menjelaskan beberapa visi misi dan tema yang dibicarakan soal kemajuan masa depan Indonesia.

Saat ditanya kesiapannya menjadi menteri Jokowi Jilid II, Nadiem langsung tegaskan bersedia.

"Saya bersedia. Saya menerima. Nanti tunggu kabarnya dari pak Presiden sendiri," jelas Nadiem lagi.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan jika dirinya langsung menerima secara formal dari presiden.

"Mengenai posisinya, saya belum boleh bicara soal itu. Itu hak preogatif pak Presiden. Saya sudah dikasih tahu dan saya sudah menerima secara formal," jelas Nadiem.

Nadiem juga tegaskan telah keluar dari Go-Jek setelah mendapat tawaran menteri dari Jokowi.

"Sudah pasti. Posisi saya di Go-Jek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Mulai hari ini, sudah tidak ada posisi atau kewenangan kekuasaan apapun ke dalam Go-Jek," pungkas Nadiem.

Selain Nadim Makarim (bos jojek), menurut pantauan Tribunnews.com, ada beberapa nama yang datang menggunakan kemeja putih ke Istana Negara. (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy/ Tribunnews.com)