Gerindra Merapat ke Pemerintah, NasDem Siap Beralih Jadi Oposisi
Senin, 21 Oktober 2019 20:25
Editor: Ravianto
Gerindra Merapat ke Pemerintah, NasDem Siap Beralih Jadi Oposisi
Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto di kediaman Surya Paloh di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Partai Gerindra resmi bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dengan masuk ke kabinet Jokowi Jilid II, Senin (21/10/2019). 

Kepastian itu diperoleh setelah Prabowo dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dipanggil Jokowi ke Istana. 

Usai pertemuan dengan Jokowi, Prabowo yang mengenakan kemeja putih menyatakan dirinya diminta oleh Jokowi menjadi menteri di bidang Pertahanan. 

"Saya baru saja menghadap bapak Presiden yang baru kemarin dilantik."

"Saya bersama Edhy Prabowo kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu."

"Hari ini resmi diminta dan kami siap membantu. Saya beliau izinkan menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," ujar dia. 

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta (Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com)

Prabowo menyatakan bakal bekerja sekeras mungkin untuk mencapai target yang telah ditetapkan. 

Selain dirinya, Prabowo memastikan Edhy Prabowo yang datang bersamanya juga bakal menjabat menteri di Kabinet Jilid II Jokowi. 

Edhy Prabowo selama ini disebut-sebut bakal menjadi Menteri Pertanian, posisi yang diincar Partai Gerindra. 

"Saudara Edhy Prabowo, beliau (Jokowi,-Red) sendiri akan umumkan pada saatnya."

"Pak Presiden yang akan umumkan. Jadi mungkin ada sedikit konfirmasi tepatnya dimana tapi intinya adalah beliau (Jokowi,-red) sendiri akan umumkan nanti hari Rabu," ujar Prabaowo. 

Diminta Bantu Presiden Jokowi di Bidang Pertahanan, Prabowo: Saya Akan Bekerja Sekeras Mungkin
Diminta Bantu Presiden Jokowi di Bidang Pertahanan, Prabowo: Saya Akan Bekerja Sekeras Mungkin (KompasTV)

Gerindra dapat Dua Kursi? 

Ditanya berapa kursi yang didapat Gerindra, Prabowo enggan menjawab secara gamblang. 

Namun, ia meminta wartawan melihat jumlah kader Gerindra yang dipanggil Jokowi. 

"Yang dipanggil dua, jadi berapa kira-kira?," kata Prabowo. 

Sebelum Prabowo dan Edhy Prabowo, terdapat 9 nama yang dipanggil Jokowi dan diperkirakan bakal menjadi menteri Jokowi. 

Mereka yakni Mahfud MD, Nadiem Makarim, Wishnutama, Erick Tohir, Tito Karnavian, Fadjorel Rahman, Nico Harjanto, Partikno, dan Airlangga Hartanto. 

Beberapa di antaranya mengakui diminta Jokowi menjadi menteri meski tidak menyebut posisi menteri yang akan ditempati. 

NasDem Siap Jadi Oposisi

Jika Partai Gerindra resmi bergabung dengan pemerintah, Partai NasDem yang saat ini menjadi koalisi Pemerintah memberikan sinyal siap menjadi oposisi. 

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Surya Paloh bertemu Prabowo Subianto, hasilkan tiga kesekapatan politik, Minggu (13/10/2019).
Surya Paloh bertemu Prabowo Subianto, hasilkan tiga kesekapatan politik, Minggu (13/10/2019). (Tangkap layar live KompasTV)

Catatan Tribunnews.com, di kabinet Jokowi jilid II, NasDem memilikii dua menteri. 

Yaitu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Perdagangan Enggatiasto Lukita. 

Hingga saat ini, belum diketahui siapa kader NasDem yang bakal menjadi menteri Jokowi. 

Kader NasDem Viktor Laiskodat Mundur dari Bursa Calon Menteri

Ketua DPP NasDem Willy Aditia mengatakan bahwa Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mundur dari bursa Calon Menteri Jokowi-Ma'ruf.

Viktor mundur karena desakan dari masyarakat NTT yang menginginkannya tetap menjadi Gubernur.

"Banyak aspirasi rakyat dan tokoh-tokoh masyarakat dan agama NTT meminta ke presiden untuk kakak Viktor tetap memimpin NTT," ujar Willy saat dihubungi, Senin, (21/10/2019).

Menurut Willy, Viktor memang diminta oleh presiden untuk mengisi komposisi kabinet.

Namun Viktor menyampaikan bahwa masyarakat NTT menginginkannya tetap menjadi gubernur.

Akhirnya presiden mengizinkan Viktor mundur dari bursa calon menteri.

"Iya begitu, karena massif permintaan untuk beliau terus memimpin NTT," katanya.

6 Pernyataan Kontroversial Gubernur NTT Viktor Laiskodat Yang Menghebohkan Masyarakat NTT.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (net)

Willy mengaku belum tahu pengganti Viktor Laiskodat untuk bursa menteri Jokowi dan NasDem.

Yang pasti menurutnya pengganti Viktor akan dipanggil Presiden dalam waktu dekat.

"Kita tunggu saja siapa yang akan dipanggil presiden bentar lagi," pungkasnya.

"Saya mohon izin jangan sampai ditugaskan Presiden untuk tetap bertugas di Jakarta. Jangan sampai besok saya ke Jakarta dan dapat tugas yang lebih besar."

"Saya tidak lari dari tanggung jawab, tapi kalau diperintah saya siap. Dan, kalau disuruh pilih mau tetap gubernur atau menteri pasti saya pilih gubernur, tapi kalau diperintah oleh presiden saya siap melaksanakan tugas negara demi kepentingan yang lebih besar NKRI, " kata Gubernur Viktor Laiskodat saat memberikan petuah pada syukuran rakyat atas pelantikan Emanuel Melkiades Laka Lena sebagai DPR RI di Gedung Golkar NTT, Jalan Frans Seda, Kamis (17/10/2019) malam.

Informasi yang berkembang, Viktor Bungtilu Laiskodat akan menduduki kursi Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

(Tribunnnews.com/Daryono) (Kompas.com/Dani Prabowo)