Heboh Anggota DPRD DKI Sebut Semestinya Mereka Digaji Rp 500 Juta, Bukan Rp 110 Juta
Senin, 21 Oktober 2019 21:53
Editor: Ravianto
Heboh Anggota DPRD DKI Sebut Semestinya Mereka Digaji Rp 500 Juta, Bukan Rp 110 Juta
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Anggota DPRD Jakarta dari fraksi Partai Golkar, Jamaludin sempat bikin heboh ketika menyatakan para dewan semestinya digaji Rp500 juta.

Bukan berkisar Rp110 juta seperti yang sekarang diterima. Pernyataannya ini pun sempat membuat jagat dunia maya gempar.

Ditemui di DPRD DKI, Jamaludin mengaku pernyataannya kala itu cuma sebatas pendapat pribadi saja.

"Bukan berarti gaji kita harus segitu, bukan. Itu menurut saya pribadi, bukan secara umum," ucap dia di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

Ia menjelaskan, pendapatnya ini datang karena dirinya memiliki paguyuban Rawa Babon di Jakarta Timur, dengan anggota nyaris 20 ribu. Sehingga, ia membutuhkan biaya lebih besar dari yang diterimanya saat ini.

"Karena saya punya paguyuban hampir 20 ribu (orang), ya kan Rp500 juta juga nggak cukup," tegas dia.

Jamaludin membantah jika besaran biaya tersebut menjadi patokan gaji bagi anggota dewan di DPRD.

Biaya Rp500 juta adalah estimasi dana yang harus ia keluarkan untuk kebutuhan pribadi mengurus paguyubannya.

"Itu kebutuhan saya secara pribadi, bukan saya minta Rp500 juta," imbuhnya.

Tapi belakangan, ia mengaku gajinya sebagai anggota dewan sudah lebih dari cukup.

Justru, kalau bisa dikurangi dari nominal yang sekarang ia dapat.

"Sangat cukup, lebih dari cukup malahan, kalau bisa dikurangin aja deh," pungkas Jamaludin.