Kolaborasi Apik Rosemary dan Ki Ageng Ganjur di DCDC Rock N'Semble, WARS Pun Berpesta
Senin, 21 Oktober 2019 21:40
Editor: taufik ismail
Kolaborasi Apik Rosemary dan Ki Ageng Ganjur di DCDC Rock N'Semble, WARS Pun Berpesta
Rock N'Semble yang menampilkan Rosemary dan Ki Ageng Ganjur. Di gelaran ini musik punk ala Rosemary berpadu dengan gamelan Ki Ageng Ganjur. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sabtu (19/10/2019) malam bisa dibilang malamnya Rosemary dan para penggemar mereka, WARS.

Lapangan Pussenif, Jalan Supratman, Kota Bandung menjadi ajang Rosemary dan WARS berpesta.

Di lapangan tersebut digelar DCDC Rock N'Semble yang menampilkan Rosemary sebagai bintang utamanya.

Sesuai namanya, DCDC Rock NSemble, Rosemary tak sendirian di atas panggung.

Di beberapa lagu mereka berkolaborasi dengan grup musik tradisional modern Ki Ageng Ganjur.

Gelaran ini pun seolah menjadi sejarah di mana musik punk, atau lebih tepatnya skate punk, berkolaborasi dengan gamelan.

Kolaborasi Rosemary dan Ki Ageng Ganjur di gelaran Rock N'Semble.
Kolaborasi Rosemary dan Ki Ageng Ganjur di gelaran Rock N'Semble. (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Lagu-lagu berirama cepat, seperti Lihat Kau Lihat Mereka dan Brother Sister, ikut diiringi oleh gamelan.

Meski demikian, itu tak menghilangkan ciri khas musik Rosemary yang digawangi Inkmary, Gatot Indra, Fajar, Bane, dan Danny "Ahong" Hsu.

Di bawah panggung WARS tetap ber-moshing mengiringi setiap lagu yang dibawakan.

Perwakilan Djarumcoklat.com, Sigit Prasetyo Wibowo, mengatakan DCDC tidak pernah berhenti berkreasi dan selalu membuat terobosan baru dalam dunia musik.

Sebelum ajang yang mempertemukan musik bergenre skate punk dengan gamelan tradisional terjadi malam itu, menurutnya, DCDC telah berhasil menggarap kolaborasi epik antara Burgerkill yang memainkan aliran musik metal dengan orkestra dalam gelaran 'DCDC Killchestra' tahun lalu.

"Malam ini, DCDC hadir kembali membawa satu terobosan baru yaitu dengan menggabungkan punk sebagai aliran musik dari mancanegara dengan gamelan yang merupakan salah satu musik tradisional kebanggaan Indonesia," kata Sigit.

Sigit juga mengapresiasi ribuan penonton yang telah hadir malam itu. Para penonton yang hadir berasal dari lintas kota mulai dari Karawang, Serang, Priangan Timur, Sukabumi, Bogor, Tangerang, dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa terobosan-terobosan yang dilakukan DCDC dalam dunia musik anak muda selalu mendapat tempat di hati para Coklat Kita.

Perwakilan ATAP Promotions, Uwie Fitriyani, mengatakan ajang DCDC Rock'N Semble, merupakan hajat besar DCDC akhir tahun. Ajang yang menampilkan kolaborasi Rosemary dengan Ki Ageng Ganjur, kata Uwie, menyuguhkan sebuah kolaborasi unik yaitu skate punk yang bertemu gamelan.

Penggemar Rosemary, W.A.R.S yang menyaksikan Rock N'Semble.
Penggemar Rosemary, W.A.R.S yang menyaksikan Rock N'Semble. (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

"Sebenarnya lima tahun ke belakang, ini pernah kejadian, di sebuah even Ki Ageng Ganjur berkolaborasi. Jadi semenjak itu kami berpikir bahwa ini sangat seru nantinya untuk dijadikan konser dan baru berhasil terealisasi tahun ini," kata Uwie.

Terkait proses kolaborasi Rosemary dengan Ki Ageng Ganjur, Uwie menambahkan konsep yang dibuat justru jauh lebih lama dibandingkan latihannya. Ini karena kesibukan masing-masing personel dua kubu, terlebih lagi melibatkan banyak orang.

"Rosemary ada lima orang, Ki Ageng Ganjur ada 14 orang. Mereka dalam dua bulan terakhir cukup intens. Kami membawa Rosemary ke Yogyakarta untuk latihan di sana. Banyak seniman Yogja juga yang ikut suport dalam program, yang menurut mereka, ini baru dan unik. Lalu beberapa minggu kemudian kami tarik Ki Ageng Ganjur ke Bandung untuk latihan bareng Rosemary," ujarnya.

Dalam DCDC Rock'N Samble ini, kata Uwie, DCDC mereka juga menghadirkan beberapa band dan artis lain seperti Mawang.

Mawang ikut tampil di acara Rock N'Semble.
Mawang ikut tampil di acara Rock N'Semble. (Tribun Jabar/Kemal Setia Permana)

Penampilan Mawang di malam itu juga cukup menyita perhatian.

Penampilan Rosemary dan Ki Ageng Ganjur Sabtu malam itu ditutup secara apik ketika mereka membawakan lagu Punk Rock Show.

Ucapan selamat mengalir begitu Rosemary turun dari panggung.

Mereka mengaku plong akhirnya DCDC Rock N'Semble berjalan lancar.

Pemain bas, Fajar, mengatakan, ini merupakan sesuatu yang baru bagi mereka. "Ini lebih ke movement. Tahun 2019 kami ingin melakukan penetrasi lain dan DCDC memfasilitasi," ucapnya.

Penggebuk drum Rosemary, Ahong menambahkan, tahun 2015 mereka pernah bekerja sama dengan Ki Ageng Ganjur.

Empat tahun berselang kerja sama mereka dibawa ke arah yang lebih serius. Dibantu music director Hinhin Agung Daryana (Akew) kolaborasi apik bisa ditampilkan di atas panggung.

Menurut Gatot, memang ada beberapa kesulitan untuk menyatukan dua unsur yang berbeda. Namun itu semua bisa diatasi dan hasilnya luar biasa.

Inkmary menambahkan, musik etnik kadang sedikit terlupakan. Padahal musik etnik Indonesia sangat hebat dan patut dihargai.

Ditanya soal keinginan Ki Ageng Ganjur membawa kolaborasi mereka ke luar negeri,  Ahong menyambut positif hal tersebut.

"Ya, seperti dibilang, ini bukan sekadar konser, ini movement. Tahun ini kami masih ada salah satu projek. Tahun depan mudah-mudahan ke luar negeri," ujarnya.

Memang, di tengah maraknya berita korupsi, kriminal, dan bencana, ada orang-orang yang menantikan Rosemary beraksi.

Mereka akan berteriak, "We need punk rock show, karena hidup terlalu indah, jangan kau sia-siakan. Dan terima kasih Tuhan kita tetap bernyawa."