Mitra Gojek Dukung Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi, Garda Malah Menolak
Senin, 21 Oktober 2019 21:18
Editor: Ravianto
Mitra Gojek Dukung Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi, Garda Malah Menolak
Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang. 

TRIBUNJABAR.ID - Mitra kerja Gojek asal Jogja, Solo, dan Semarang menyatakan dukungan terhadap keputusan Nadiem Makarim, founder Perusahaan Superapps Gojek memilih bergabung dalam Kabinet Kerja Jilid II Presiden Jokowi.

Menurut mereka, mantan CEO aplikasi berbagai layanan tersebut dinilai mampu membawa terobosan baru dalam mengelola pemerintahan dan mengajak anak bangsa untuk terus maju dalam berinovasi.

Ketua Gojek Turi (Gori) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Roby Yulian merasa bangga dengan dipanggilnya Nadiem Makarim untuk dijadikan salah satu menteri Jokowi.

“Jujur, kami dari kalangan Gojek, terutama di daerah Gojek di Turi ini sangat bangga, ketika Mas Nadiem ini dipanggil ke istana, harapannya mudah-mudahan jadi menteri, karena beliau sangat layak jadi menteri meski pun masih muda,” terangnya dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com, Senin (21/10/2019) malam.

Menurut dia, ini menjadikan ada harapan baru terutama di kalangan muda untuk bisa kreatif di bidang teknologi tepat guna.

“Apa yang dihasilkan Nadiem melalui Gojek ini kan sudah terbukti bermanfaat, tentu ketika di pemerintahan dengan pemikirannya akan bermanfaat juga untuk bangsa,” katanya.

Salah satu yang menurut Roby paling diacungi jempol dari kreativitas Nadiem adalah mampu mengemas sesuatu yang sederhana seperti kebiasaan masyarakat Indonesia membungkus makanan kemudian dijadikan peluang melalui Go Food.

Di mana kenyataan itu saat ini sudah memberikan pendapatan bagi banyak orang.

“Antar makanan kepada customer ini artinya beliau bisa membaca keinginan nyata di lapangan. Berapa juta customer, driver yang harus berterima kasih kepada beliau karena ada layanan mengantar makanan,” ujarnya.

Sementara itu, dukungan serupa juga datang dari Solo. Menurut Donny Prasetya, mitra driver ojol Solo, mereka sebagai driver Gojek Solo merasakan kesuksesan Gojek dalam mengantar punggawanya mengabdi untuk negara.

“Semoga amanah dan membuat terobosan untuk kemajuan Indonesia. Jangan sampai berurusan dengan KPK,” kata Donny.

Bahkan, Agus Wahyudi, satu driver mitra ojol lainnya dari Semarang, berdoa agar Nadiem menjadi Menko Perekonomian, agar bisa berpartisipasi dalam mensejahterakan Indonesia dengan cara kreatif seperti membuat gojek.

Sebelumnya, sejumlah tokoh mendatangi Istana Negara pada Senin (21/20/2019), seiring rencana pengumuman menteri jajaran Kabinet Kerja Jilid II. Salah satunya, Pendiri layanan transportasi berbasis daring, Gojek, Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim sendiri telah menyatakan mundur dari perusahaan teknologi yang didirikannya sejalan rencana penetapan dirinya sebagai menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019—2024.

"Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Per hari ini sudah sama sekali posisi maupun kewenangan apapun di Gojek," kata Nadiem seusai bertemu Presiden di Istana, Senin (21/10/2019).

Nadiem mengatakan tawaran masuk ke kabinet oleh Jokowi merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa bagi dirinya.

Nadiem mengaku menerima tawaran dari Presiden tersebut. Di samping itu, lulusan Universitas Harvard ini menyatakan dirinya sangat senang karena pemanggilan dirinya menunjukkan bahwa Indonesia siap berinovasi dan maju di masa mendatang. (rls)

Garda Tolak Nadiem jadi Menteri 

CEO dan Founder Go-Jek, Nadiem Makarim, akui terima tawaran jadi Menteri Kebinet Jokowi Jilid II.

Namun, rencana Jokowi menjadikan Nadiem sebagai menteri ditolak oleh para driver ojol yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda).

Dikutip dari Kompas.com, ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono mengatakan jika Nadiem Makarim dijadikan menteri, akan ada pergerakan ojol seluruh Indonesia sebagai penolakan.

“Ojol tidak setuju apabila Nadiem jadi salah satu menterinya Jokowi, akan ada pergerakan seluruh Indonesia, sebagai penolakan,” ujar Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono, Senin (21/10/2019).

Nadiem Makarim dan Mahfud MD setelah dipanggil Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019).
Nadiem Makarim dan Mahfud MD setelah dipanggil Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (21/10/2019). (kompas.com/ihsanuddin)

Igun mengatakan ada dua alasan mengapa para driver menolak Nadiem untuk menjadi menteri.

Pertama, meskipun Nadiem makrim sudah melepas jabatan di Gojek, ia masih tercatat sebagai pemilik bisnis yang artinya, Nadiem menikmati hasil dari Gojek.

Kedua adalah meskipun Nadiem Makarim sukses mengembangkan Gojek, tetapi Nadiem dinilai gagal untuk menyejahterakan para mitra pengemudinya.

“Nadiem Makarim boleh besar dengan berderet gelar akademik dan valuasi Gojeknya yang triliunan rupiah, namun dibalik itu, jutaan para mitra ojek onlinenya berdarah-darah di lapangan dan jauh dari sejahtera dari segi pendapatan, intinya ojol mitranya belum happy,” kata Igun dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com.

Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang.
Bos Gojek Nadiem Makarim datang ke Istan Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019) dengan mengenakan baju putih lengan panjang. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Seperti diketahui, Nadiem Makarim menghadiri pengumuman Kabinet jokowi Jilid II di Istana Negara pada Senin (21/10/2019).

Mengenakan kemeja putih, Nadiem Makarim masuk ke Istana sembari menebar senyum dan melambaikan tangan kepada para wartawan.

Namun, belum diketahui tujuan kehadirannya di Istana.

Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara (berjas dan dasi merah) bersama CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem makarim (paling kanan), beserta perwakilan Pemerintah Vietnam dalam acara Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).(KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya)
Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Rudiantara (berjas dan dasi merah) bersama CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem makarim (paling kanan), beserta perwakilan Pemerintah Vietnam dalam acara Grand Launching Go-Viet di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9/2018).(KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya) (KOMPAS.com/Oik Yusuf Araya)

Selang beberapa jam masuk ke gedung Istana, Nadiem Makarim keluar dan memberikan penjelasan apa saja yang dia bicarakan pada Jokowi.

Nadiem merasa terhormat bisa bergabung dan memberi andil pada pemerintahan Indonesia.

"Saya merasa terhormat. Saya merasa sangat senang menjadi warga Indonesia hari ini dari dulu misi saya di Go-Jek ingin menampilkan Indonesia ke panggung dunia gitu,"

"Ini adalah suatu kelanjutan daripada misi itu. Tapi sekarang untuk negara tapi sekarang dalam suatu skala yang lebih besar," jelas Nadiem.

Saat ditanya soal posisi spesifik dirinya di Kabinet Jokowi Jilid II, Nadiem tidak membuka lebih dalam pada rekan-rekan media.

Nadiem terlihat masih menutupi pos mana yang akan dia duduki.

Nadiem hanya menjelaskan beberapa visi misi dan tema yang dibicarakan soal kemajuan masa depan Indonesia.

Saat ditanya kesiapannya menjadi menteri Jokowi Jilid II, Nadiem langsung tegaskan bersedia.

"Saya bersedia. Saya menerima. Nanti tunggu kabarnya dari pak Presiden sendiri," jelas Nadiem lagi.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan jika dirinya langsung menerima secara formal dari presiden.

"Mengenai posisinya, saya belum boleh bicara soal itu. Itu hak preogatif pak Presiden. Saya sudah dikasih tahu dan saya sudah menerima secara formal," jelas Nadiem.

Nadiem juga tegaskan telah keluar dari Go-Jek setelah mendapat tawaran menteri dari Jokowi.

"Sudah pasti. Posisi saya di Go-Jek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Mulai hari ini, sudah tidak ada posisi atau kewenangan kekuasaan apapun ke dalam Go-Jek," pungkas Nadiem.

Selain Nadim Makarim (bos jojek), menurut pantauan Tribunnews.com, ada beberapa nama yang datang menggunakan kemeja putih ke Istana Negara. (Tribunnewswiki.com/Ami Heppy/ Tribunnews.com)