PDIP Tak Masalah Jika Nasdem Keluar dari Koalisi, Ini Kata Sekjen PDIP
Senin, 21 Oktober 2019 22:08
Editor: Ravianto
PDIP Tak Masalah Jika Nasdem Keluar dari Koalisi, Ini Kata Sekjen PDIP
Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto di kediaman Surya Paloh di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (13/10/2019). 

TRIBUNJABAR.ID - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto tidak mempermasalahkan jika Partai Nasdem keluar dari koalisi pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan menjadi pihak oposisi.

"Setiap partai punya platform politik masing-masing, kita punya etika di dalam menjalankan posisi politik sebagai partai yang ada di dalam pemerintahan."

"Sikap kritis memang diperlukan karena demokrasi memang memerlukan kritik," ujar Hasto saat ditemui dalam acara perayaan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf periode 2019-2024 di bilangan Cikini, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Hasto mengatakan, Paloh berkomitmen menghormati hak prerogatif presiden.

Mengenai sinyal Paloh bahwa Nasdem akan menjadi pihak oposisi, ia menyebut itu bagian dari dinamika politik.

"Itu sehat dalam dinamika koalisi," kata Hasto.

Sebelumnya, Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini.

Padahal, Partai Nasdem merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut dilontarkan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh selepas menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir Kompas TV, Senin (21/10).

Hari ini, Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan.

Hingga pukul 16.30, ada sebelas orang yang menyambangi Istana.

Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Surya sebelumnya menyatakan, bila semua partai menjadi koalisi pemerintahan, dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang.

Padahal, sistem tersebut diperlukan di dalam negara demokrasi seperti yang dianut Indonesia.

"Kalau begitu check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai."

"Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki," ujar dia.

(KOMPAS.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jika Nasdem Jadi Oposisi, Sekjen PDI-P: Itu Dinamika"