FAKTA-FAKTA Video Sejoli Bermesraan di Pinggir Sungai Cikapundung Bandung, Warga Sekitat Tak Tahu
Jumat, 8 November 2019 22:29
Editor: Dedy Herdiana
FAKTA-FAKTA Video Sejoli Bermesraan di Pinggir Sungai Cikapundung Bandung, Warga Sekitat Tak Tahu
Ilustrasi - FAKTA-FAKTA Video Sejoli Bermesraan di Pinggir Sungai Cikapundung Bandung, Warga Sekitat Tak Tahu 

Berikut ini fakta - fakta video sejoli bermesraan di pinggir sungai Cikapundung Bandung

TRIBUNJABAR.ID - Warga Bandung digegerkan dengan video sejoli bermesraan viral di media sosial.

Diketahui video tersebut diduga diambil di pinggir Cikapundung River Spot (CRS), Bandung.

Dalam video tersebut, sejoli muda laki-laki dan perempuan tersebut berseragam pelajar.

Sejoli muda itu mulanya hanya duduk di pinggir sungai.

Lalu kejadian tak terduga mulai terlihat saat perempuan bersender kepada laki-laki.

Adegan tak senonoh mulai terjadi dan rekaman dalam video itupun diburamkan.

Sontak video ini sempat viral, tersebar di media sosial dan membuat geger masyarakat dan warganet.

Berikut ini tribunjabar.id merangkum fakta-fakta video sejoli bermesraan tersebut.

1. Video viral di media sosial

Video pertama kali diketahui publik melalui media sosial.

Video sejoli bermesraan itu dibagikan akun media sosial Instagram @bandungtalk.

Akun tersebut menyebut adegan dalam video itu tak pantas karena di ruang publik.

Disebutkan pula video tersebut diambil pada Kamis (7/11/2019) dari arah sentra kuliner Cikapundung, Bandung.

Dari pantauan tribunjabar.id, unggahan video itu sudah dihapus dari linimasa akun Instagram tersebut.

Video viral sejoli bermesraan di pinggir Sungai Cikapundung Bandung, diduga pelajar.
Video viral sejoli bermesraan di pinggir Sungai Cikapundung Bandung, diduga pelajar. (Instagram @bandungtalk)

2. Fakta sungai Cikapundung

Video itu juga diduga diambil di pinggir sungai Cikapundung.

Sejoli itu terekam di tepi sungai yang hanya berjarak sekira 3 meter dari sungai.

Dalam keterangan akun tersebut narasumber memberikan kesaksian tentang sungai Cikapundung.

"Menurut penuturan narasumber kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi, padahal di dekat tempat tersebut ada kantor keamanan dan juga relawan," tulisnya.

Kondisi Sungai Cikapundung, Kota Bandung, Jumat (08/11/2019)
Kondisi Sungai Cikapundung, Kota Bandung, Jumat (08/11/2019) (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

3. Pelaku adegan kenakan seragam sekolah

Terlihat dalam video itu dua sejoli tersebut menggunakan seragam sekolah.

Si laki-laki menggunakan celana abu-abu, sedangkan perempuan menggunakan rok seragam sekolah.

Perempuan tersebut pun mengenakan kerudung putih.

4. Terekam bermesraan

Dalam video itu sejoli tersebut bermesraan.

Sejoli muda itu mulanya hanya duduk di pinggir sungai.

Lalu kejadian mulai tak terduga saat perempuan bersender kepada laki-laki.

Adegan tak senonoh mulai terjadi dan rekaman dalam video itupun diburamkan.

5. Warga sekitar tak tahu

Setelah ditelusuri Tribun Jabar, para pedagang dan warga sekitar tak mengetahui kejadian tersebut.

Para pedagang di sekitar sungai Cikapundung Srianti (39) memberi kesaksiannya.

"Video apa? di sini selalu ramai, jadi belum pernah melihat ada adegan begitu," kata Srianti.

Bahkan pedagang Cikapundung tidak tahu bahwa video sejoli tersebut viral.

"Emangnya sudah rame ya? Saya enggak tahu siapa yang merekam, karena saya tidak ada saat kejadian," kata Fitri (47), seorang pedagang, kepada Tribun Jabar (08/11/2019).

7. Imbauan Polisi

Kapolsek Sumur Bandung, Kompol Ari Purwanto menanggapi adanya video sejoli melakukan adegan tak senonoh tersebut.

Kompol Ari Purwanto, mengimbau warganya untuk memanfaatkan ruang terbuka publik sebaik mungkin serta menjaga dan turut merawatnya.

"Silahkan manfaatkan ruang terbuka publik di wilayah Sumur Bandung yang sudah dibuat pemerintah sebaik mungkin untuk aktifitas bersama, jangan disalahgunakan untuk hal-hal yang merugikan," ujar Ari saat dihubungi pada Jumat (8/11).

Lanjut Kompol Ari Purwanto mengatakan konten video yang disebar diduga bermasalah karena berbau asusila.

Menurutnya, sekalipun video tersebut disensor namun masih mengandung muatan asusila.