VIDEO Kak Mal, Penceramah yang Mampu Tirukan 80 Karakter Suara, Perjalanan Hidupnya Penuh Liku
Jumat, 8 November 2019 22:19
Editor: yudix

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Penceramah multitalenta, Muhamad Abdul Latif (43) atau akrab disapa Kak Mal, terlatih menirukan 80 karakter suara. Dari suara ustaz kondang sampai dengan suara hewan peliharaan, membuat pendengar dari mulai anak-anak sampai ibu-ibu tak beranjak dari tempat duduknya.

Ditemui di Jalan Siliwangi saat akan memberi ceramah ke wilayah selatan Cianjur, Kak Mal mengisahkan perjalanan hidupnya hingga ia terkenal dengan sebuah ustaz pendongeng yang tak pernah lepas dari bonekanya yang bernama Ahmad.

"Awal saya mendongeng itu tak sengaja sejak duduk di bangku SMA, saat itu guru berhalangan hadir mengajar, lalu saya ke depan kelas dan mulai menirukan suara guru yang tak hadir, respons teman-teman sangat suka, banyak yang senang saya menirukan guru untuk belajar saat itu," kata Kak Mal, Jumat (8/11/2019).

Ia mulai berlatih mendongeng Abunawas sejak SMA namun masih menguasai 4 karakter suara.

Sambil melatih suaranya, tahun 1995-1996 ia lulus sekolah dan sempat kerja di berbagai tempat seperti di toko besi dan bangunan sampai menjadi office boy.

Tahun 2002 menjadi awal ia terjun ke dunia dongeng. Saat itu teman bosnya tempat bekerja mau buka TK di Depok. "Bos saya tahu saya bisa mendongeng, ia menyuruh saya menjadi pendongeng di acara pembukaan sekolah TK," kata Kak Mal.

Di tempat tersebut, Kak Mal sudah disiapkan empat boneka, ia bersyukur bisa memainkan dan anak-anak nyaman.

Lalu masih di tahun yang sama, sang bos mempercayakan perusahaan cabang di Riau untuk dipimpin Kak Mal karena keuletannya.

Sambil bekerja, ternyata bakat Kak Mal yang bisa menirukan berbagai karakter suara dilirik oleh sebuah stasiun radio.

"Di Riau jadi penyiar radio bahasa Sunda, banyak yang suka jadi nambah jam siar lalu nambah lagi cerita anak," katanya.

Dari situ Kak Mal suka dipanggil ke beberapa tempat, sudah mulai terbiasa dan saat itu penguasaannya jadi 10 karakter suara.

Stasiun televisi pun langsung meliriknya menjadi presenter televisi.

Tahun 2004 ia kembali ke Bogor lalu dengan berat hati meninggalkan perusahaan untuk menggeluti bakatnya.

Tahun 2014 itu juga ia mulai merintis mendirikan Daaru Zamzam yang ke depannya akan menjadi pesantren Tahfiz Alquran.

"Jadi sekarang bukan hanya dongeng saja, ceramah, motivasi, dan pengisi acara mulai banyak permintaan," katanya.

Ia mengatakan belajar autodidak untuk menirukan beberapa karakter suara. Namun, bagi yang ingin belajar ia mengatakan hal tersebut bisa dilatih.

"Saat ini saya ceramah selalu pakai kisah, karena saya melihat ada keterangan bahwa berkisah melalui ceramah itu adalah perintah Allah," ujarnya.

Kak Mal bercerita, masa kecilnya di Campaka Cianjur cukup berat karena berasal dari keluarga miskin.

"Saking miskinnya, ibu saya ngutang teri ke warung juga ga dipercaya saat itu. Saya ke sekolah pakai seragam dengan kancing berwarna-warni lalu bentuknya ada yang besar dan kecil karena diambil dari kancing daster ibu," ujarnya.

Hal tersebut yang mendasarinya untuk pulang ke kampung dan ikut kembali membangun kampung dengan konsep kawasan pendidikan religi Darul Zamzam yang sedang ia bangun.

"Saya melihat perkembangan kampung kurang baik, saya harus bisa menyatukan ustaz lagi," katanya.

Ia mengatakan, semula konsep Darul Zamzam akan dibangun di lahan 1.300 meter yayasan wakaf, namun kini berkembang dan sudah mempunyai lahan 7,5 hektare.

"Sudah ada dua gedung, pengajian mingguan sudah rutin di sana," katanya.

Ia menyebut, Daaru Zamzam fokus di tahfiz Alquran yatim dan dhuafa.

"Kami akan berikan gratis makanan dan pakaian semoga dalam tiga tahun anak-anak sudah hafal 30 juz bisa bahasa Arab dan bahasa Inggris," katanya.

Karena keunikan suaranya, ia juga sering diminta untuk melatih olah vokal dengan cara janjian.

Suami dari istri yang bernama Laila Fitriana Husaini (42) ini bersyukur karena setelah 14 tahun tak dikarunia anak kini ia sudah mempunyai dua orang anak yakni Sarah Mariam Abdullatif 21 bulan dan Muhamad Yusuf Musa Abdullatif 9 bulan.

Kak Mal yang tinggal di Pakuan Regency Bogor ini sering diundang ceramah ke Kalimantan, Sumatera, Riau, Lampung, dan Jawa Tengah

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kak Mal, Penceramah yang Mampu Tirukan 80 Karakter Suara, Perjalanan Hidupnya Penuh Liku, https://jabar.tribunnews.com/2019/11/08/kak-mal-penceramah-yang-mampu-tirukan-80-karakter-suara-perjalanan-hidupnya-penuh-liku.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Video Production: Wahyudi Utomo