Seorang Guru Terhadang Banjir Bandang, Jembatan Ciupih di Cianjur Pun Hanyut Terbawa Banjir
Selasa, 3 Desember 2019 10:40
Editor: Ichsan
Seorang Guru Terhadang Banjir Bandang, Jembatan Ciupih di Cianjur Pun Hanyut Terbawa Banjir
Jembatan Ciupih hanyut terbawa banjir 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Senin (2/12/2019) membuat sebuah jembatan di Sungai Ciupih yang biasa digunakan warga hanyut.

Alhasil pelajar dan guru serta warga harus memutar jauh untuk menyeberang.

Seorang guru SMPN 5 Cikadu, Dahi Sugianto (35), mengatakan ia sempat terhadang banjir bandang Sungai Ciupih.

Saat itu ia hendak menuju sekolah tempat dia bekerja.

"Saat ini sedang dilaksanakan ujian semester, kami terpaksa memutar," ujar Dahi, Selasa (3/12/2019).

Ia mengatakan, jembatan Sungai Ciupih merupakan penghubung antara Desa Cikadu dan Desa Mekarlasana, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur.

Kini jembatan itu lenyap oleh luapan air.

Menurut Dahi, saat ini sungai airnya cukup tinggi dan sudah susah dilewatinya, padahal kalau saat kemarau dia sering menyeberang basah basahan.

“Mau bagaimana lagi sudah waktunya motor tidak bisa lewat sini, jembatannya masih transparan belum bisa dilihat dengan mata lahir,” katanya.

Jembatan yang lenyap sudah dilaporkan kepada pihak pemerintah, untuk segera diperbaiki.

Dahi mengatakan, jembatan ini sering dipergunakan oleh siswa SMPN 5 Cikadu yang berada di Kampung Gunung Dalung Desa Mekarlasana.

"Ini merupakan sekolah terdekat dari dusun Karyamukti Desa Cikadu. Selain itu, jalan ini pun sering dipakai warga untuk mobilitas kegiatan ekonomi di kedua desa tersebut," katanya.