EKSKLUSIF- Rumah Sakit di Bandung Mulai Pakai Masker Bekas, Stok APD Menipis dan Minta Donasi
Kamis, 26 Maret 2020 10:00
Editor: Tarsisius Sutomonaio
EKSKLUSIF- Rumah Sakit di Bandung Mulai Pakai Masker Bekas, Stok APD Menipis dan Minta Donasi
Ilustrasi masker. Saking sulitnya, petugas medis bahkan sudah terpaksa menggunakan masker bekas. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Sulitnya memperoleh alat pelindung diri (APD) di pasaran bukan hanya dialami oleh masyarakat tapi juga petugas layanan kesehatan.

Untuk kebutuhan masker, misalnya. Saking sulitnya, petugas medis bahkan sudah terpaksa menggunakan masker bekas, seperti yang mulai dilakukan di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung (RSMB).

Kepala Humas RSMB, Awan Sutiawan, mengatakan minimnya APD di RSMB telah terjadi sejak minggu lalu.

Tanpa pasokan baru, kata Awan, ketersediaan APD seperti masker bedah, sarung tangan, dan hand sanitizer di RSMB diperkirakan hanya akan cukup untuk satu atau dua hari lagi saja.

"Dari sepuluh unit APD yang kami butuhkan, masker disposable atau masker bedah yang hanya sekali pakai, menjadi barang yang amat kami butuhkan. Saat ini hanya tinggal sekitar 20 boks. Bahkan, untuk menyiasati kebutuhan ini dan karena kondisi darurat terpaksa, kami pun melakukan pemakaian ulang dengan terlebih dulu menyetrika masker itu," ujarnya kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon, Rabu (25/3/2020).

Jas hujan plastik dan sepatu bot digunakan tim medis corona karena persediaan APD khusus habis saat akan mengantar 3 OPD Corona di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020) lalu.
Jas hujan plastik dan sepatu bot digunakan tim medis corona karena persediaan APD khusus habis saat akan mengantar 3 OPD Corona di RSUD Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (7/3/2020) lalu. (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Awan mengatakan, sejumlah upaya terus mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan APD ini.

Selain berupaya membeli secara mandiri langsung ke tingkat distributor hingga produsen, pihaknya pun telah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui aplikasi Pikobar, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung juga Dinkes Jabar.

Jika hingga dua hari ke depan persediaan APD ini belum juga mereka peroleh, kata Awan, sebagian petugas medis kemungkinan terpaksa akan menggunakan masker berbahan kain, yang sebenarnya tidak memenuhi standar keamanan kesehatan.

"Mudah-mudahan setelah mengajukan kebutuhan APD melalui aplikasi Pikobar, dapat didengar dan direspons cepat oleh Kang Emil (Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Red). APD sangat dibutuhkan oleh tim medis, bukan saja di RSMB, tapi juga di rumah sakit lainnya," katanya.

Menipisnya pesediaan APD juga diakui Kepala Bidang Informasi dan Pemasaran Rumah Sakit Al Islam ( RSAI ) Bandung, dr Guntur Septapati MMRS.

Tak ragu-ragu, Guntur bahkan menyampaikan permohonannya pada siapapun untuk membantu mereka dalam penyediaan APD ini.

RSAI bahkan sudah mengumumkan permintaan donasi untuk penyediaan APD ini dalam sejumlah poster yang mereka sebar.

"Betul info dalam (poster) itu. Kami mohon bantuan, ini (APD) untuk kami bagikan lagi pada yang lain," ujarnya, kemarin. "Bantuan dapat dikirimkan ke sini, melalui bagian logistik RSAI."

Poster berisi permintaan donasi untuk pengadaan APD juga disebarkan manajemen RSUD Kota Bandung.

"Memang isi poster tersebut betul sesuai dengan kondisi kami di RSUD. Jika berkenan (membantu) dapat langsung mengunjungi rumah sakit kami," ujar Koordinator donasi RSUD Kota Bandung, dr Pia, kemarin.

Sebelumnya, "jeritan" kekurangan APD juga disampaikan Rumah Sakit Umum Provinsi Jabar, Al Ihsan, Kabupaten Bandung, yang ditunjuk jadi rumah sakit rujukan penanganan pasien covid-19.

Dalam suratnya tertanggal 20 Maret 2020, yang kemudian beredar luas di media sosial, RS Al Ihsan bahkan merinci 25 jenis alat medis yang pengadaannya harus segera karena sangat mereka butuhkan. Mulai dari baju coverall, kaca mata google, sepatu boot, masker N 95 hingga thermal scanner.

RS Al Ihsan bahkan sudah tak lagi memiliki persediaan cairan surface disinfektan dan spray disinfektannya.

Hand sanitizer, per tanggal 20 Maret itu, stoknya bahkan tinggal empat galon dari kebutuhan 50 galon. Adapun thermal scanner dan thermometer digital sensor, persediaannya hanya satu unit.

"Dalam rangka penyelenggaraan pelayanan tanggap darurat untuk covid 19 di RSUD Al Ihsan dan adanya keterbatasan kami dalam penyediaan APD untuk petugas dan pasien, maka bersama ini kami sampaikan permohonan bantuan APD sebagaimana proposal terlampir," bunyi surat yang ditandatangani Dr H Apen Afghani, Ketua Tim Satgas Covid RSUD Al Ihsan.

Humas RSUD Al Ihsan M Zainal Arifin membenarkan bahwa surat yang beredar itu adalah surat dari Tim Satgas Covid RSUD Al Ihsan.

"Surat itu sebenarnya bukan untuk di-publish di medsos. Tapi untuk kelembagaan, kami ajukan pengajuan secara formal ke sesama instansi," kata Zainal via ponselnya, Selasa (24/3).

Ia mengatakan, persediaan APD di RSUD Al Ihsan memang sudah sangat menipis. "APD itu kan dinamis, ada yang habis sekali pakai, hari ini habis besoknya ada stok lagi. Pada prinsipnya, RSUD Al Ihsan memang sedang kekurangan APD," kata Zainal. (cipta permana/eri chandra/mega nugraha)