Jumlah Korban Tewas Akibat Covid-19 di Spanyol Ternyata Melebihi China, 738 Orang Tewas dalam 24 Jam
Kamis, 26 Maret 2020 07:47
Editor: Ravianto
Jumlah Korban Tewas Akibat Covid-19 di Spanyol Ternyata Melebihi China, 738 Orang Tewas dalam 24 Jam
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan istrinya, Begona Gomez ketika sampai di Bandara Izumisano, Prefektur Osaka, Jepang, pada 27 Juni 2019 untuk menghadiri pertemuan G-20. Begona dilaporkan menderita virus corona beberapa jam setelah suaminya mengumumkan lockdown. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja Setya Krisna Sumargo

TRIBUNJABAR.ID, MADRID - Jumlah korban tewas akibat Covid-19 di Spanyol sudah melebihi China, negara awal penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Hingga Rabu (25/3/2020), jumlah korban tewas di Spanyol melonjak menjadi 3.434 orang.

Jumlah ini naik signifikan dari sebelumnya yang hanya 2.696 atau bertambah 738 orang hanya dalam 24 jam terakhir.

Ini angka tertinggi yang pernah terjadi sejak Spanyol bertempur melawan wabah mematikan ini.

Perkembangan terbaru ini menempatkan Spanyol di urutan kedua negara Eropa yang kehilangan nyawa warganya dalam sebulan terakhir.

Mengutip laporan media Haaretz.com, secara global saat ini ada 421.000 orang positif terpapar virus Corona dan sebanyak 18.800 di antaranya meninggal dunia.

Di Italia, sebaran wabah belum juga terhentikan.

Prancis mencatatkan diri perkembangan signifikan secara jumlah orang yang terpapar dan korban meninggal dunianya.

Angkanya diperkirakan jauh lebih tinggi dari penjelasan pemerintah.

Dari London, Financial Times melaporkan hasil surveinya yang menunjukkan Madrid dan London menghadapi bencana yang lebih buruk daripada Lombardy di Italia.

Data menunjukkan angka kematian dua kali lipat meningkat setiap dua hari. New York diperkirakan akan menghadapi kesulitan yang sama, atau mungkin lebih berat.

Paparan ini dipublikasikan Daily Mail, Rabu (25/3/2020) WIB. Analisis baru menunjukkan jumlah kematian di kota-kota tertentu dengan cepat melampaui angka kematian rata-rata nasional.

Di London, kematian berlipat ganda setiap dua hari, sehari lebih cepat dari rata-rata di seluruh Inggris. Analisa ini hasil penelitian Financial Times.

Dana kemanusiaan untuk menghadapi pandemi global ini terus meningkat karena lebih dari 415.000 orang telah terinfeksi penyakit mematikan ini, dan sudah ada lebih dari 18.000 kematian di dunia.

Wilayah Lombardy, Italia, menggantikan posisi Wuhan di Cina, sebagai wilayah yang paling parah terkena dampak wabah virus Corona.

Pihak berwenang di Italia mengumumkan ada 743 kematian pada Selasa (24/3/2020), sehingga total korban tewas akibat virus Corona di negara ini menjadi 6.820 orang.

Pihak berwenang Italia percaya beberapa tindakan pembatasan yang diambil mungkin mulai berdampak setelah infeksi baru yang terdaftar resmi naik hanya delapan persen.

Angka ini sama persentasenya dengan Senin, tingkat terendah sejak Italia mencatat korban pertama tewas pada 21 Februari 2020.

Lintasan virus yang menyebar cepat menunjukkan kota Madrid dan London bisa menjadi titik panas berikutnya dari wabah ini.

Di Inggris, 87 lebih banyak pasien meninggal semalam di Inggris, termasuk 21 di satu rumah sakit nasional di London.

Di Spanyol, pihak militer meminta bantuan kemanusiaan NATO untuk memerangi virus corona baru ketika angka kematian nasional menyentuh 2.700 dan infeksi melonjak menuju 40.000.

Wilayah Madrid menderita dampak paling parah dari epidemi dengan 12.352 infeksi, hanya di bawah sepertiga dari total nasional. Angka kematiannya, 1.535 kematian, atau 57 persen dari angka nasional.

Di luar Eropa, di AS secara nasional angka kematian rendah. Namun garis kurva kematian New York terlihat melonjak, bisa menyalip Madrid.

Lebih dari 12.000 orang dinyatakan positif di kota dan 125 lainnya meninggal. Kebijakan isolasi di seluruh negara mulai berlaku pada Minggu malam.

Para pejabat kesehatan mengatakan AS saat ini ada di jalur gawat menyusul tingkat sebaran wabah di China bulan lalu.

Di Jerman jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 31.554. Data ini dicatat Robert Koch Institute. Sebanyak 36 pasien meninggal pada Selasa, membuat total kematian di negara itu mencapai 149 orang.

Jerman memberlakukan pembatasan interaksi guna memperlambat penyebaran virus corona, termasuk larangan pertemuan lebih dari dua orang .(Tribunjogja.com/ DailyMail/BBC/RTNews/xna) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Jumlah Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Spanyol Sudah Salip Angka di China