Viral Plastik Pembungkus Jenazah PDP Corona Dibuka, Wajahnya Dicium, Ini Penanganan Jasad yang Benar
Kamis, 26 Maret 2020 07:20
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Viral Plastik Pembungkus Jenazah PDP Corona Dibuka, Wajahnya Dicium, Ini Penanganan Jasad yang Benar
Viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang membuka plastik pembungkus jenazah. 

TRIBUNJABAR.ID - Keluarga di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendapat kecaman setelah video mereka membuka plastik pembungkus jenazah PDP Covid-19 viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan jenazah yang sudah terbungkus plastik dibawa dengan mobil pribadi ke rumah.

Jenazah tersebut sudah dikafani dan terbungkus plastik bening.

Terdengar tangisan histeris keluarga ketika menurunkan jenazah tersebut.

Para pelayat dan keluarga terlihat mengenakan masker.

Korban disebut merupakan PDP virus corona dan hasil tes swabnya belum keluar.

Jenazah perempuan itu digotong ke dalam rumah dan dibaringkan di tempat tidur.

Keluarga kemudian membuka plastik pembungkus dan kain kafan.

Terlihat keluarga yang kontak dekat dengan jenazah menurunkan masker yang mereka kenakan.

Mereka bersikeras untuk kembali memandikan jenazah.

Tali dibuka, wajah jenazah diciumi. Mereka menangis tersedu-sedu.

Keluarga melakukan kontak dekat dengan jenazah.

Tindakan tersebut memancing amarah warganet.

Viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang membuka plastik pembungkus jenazah.
Viral sebuah video yang memperlihatkan beberapa orang membuka plastik pembungkus jenazah. (Istimewa)

Seperti diketahui, jenazah yang diduga tertular virus corona harus dibungkus plastik kedap dan segera dimakamkan sesuai standar yang ditetapkan WHO.

Mengutip Kompas.com, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dr Rabiul Awal menyayangkan sikap keluarga yang nekat.

Ia mengatakan hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman dan kepatuhan akan standar pengamanan jenazah yang sudah suspect meski belum ada hasil laboratorium.

Seharusnya jenazah yang telah dibungkus plastik kedap dari rumah sakit, tidak boleh dibuka.

Keluarga pun tidak boleh lagi mendekati apalagi untuk melihat jenazah.

Memang hal tersebut sungguh pahit namun itu merupakan standar keamanan.

"Sebenarnya, dari rumah sakit sudah dibungkus plastik, tapi keluarga membuka plastik itu. Perlakuan kepada jenazah itu dengan standar Covid-19, yang memandikan pun harus memakai APD dilakukan oleh tenaga medis langsung," ujar dia.

Wayong mengungkapkan, akan sangat beresiko jika pasien yang meninggal itu positif terinfeksi Covid-19.

Sebab, jika demikian baik keluarga maupun warga yang melayat secara otomatis langsung masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan wajib mengisolasi diri di rumah.

"Kalau positif, masuk kategori ODP, isolasi diri, utamanya yang kontak langsung. Jadi, sudah koordinasi antara Dinkes Kabupaten Kolaka maupun Provinsi untuk melakukan pendataan atau mencari warga yang datang melayat," tegas dia.

Ditambahkan Wayong, saat dirawat di RS Bahteramas, suami dari PDP itu sudah diambil sampel tenggorokan (di-swab).

Karena suami korban melakukan kontak erat dengan istrinya, dan mengurus korban selama di rumah sakit.

Pasien tersebut diisolasi di RSUD Bahteramas Sultra selama 3 hari.

Pihaknya masih menunggu hasil uji swab yang telah dikirimkan ke Laboratorium Litbang Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Aturan Memandikan Jenazah

Aturan mengurus jenazah pasien virus corona dikeluarkan Kementerian Agama melalui laman resmi https://bimasislam.kemenag.go.id/.

Ketika meninggal, virus corona di pasien tersebut masih berbahaya.

Virus di tubuhnya tidak hilang sehingga orang yang mengurusnya dapat tertular.

Pasien virus corona pun tidak boleh dimandikan kecuali oleh petugas medis.

Oleh sebab itu, masyarakat harus mengikuti anjuran yang telah dibuat oleh Kementerian Agama.

Berikut rinciannya.

a. Pengurusan Jenazah

1.Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan

2. Jenazah pasien Covid-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan dari plastik (tidak dapat tembus air). Dapat juga jenazah ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar

ilustrasi social distancing mencegah penyebaran virus corona
ilustrasi social distancing mencegah penyebaran virus corona (Pixabay)

3. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, kecuali dalam keadaan mendesak semisal autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas

4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam

b. Salat jenazah

1. Untuk pelaksanaan salat jenazah, dilakukan di rumah sakit rujukan.

Jika tidak, salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh dan melakukan disinfektan setelah salat jenazah

2. Salat jenazah dilakukan segera mungkin dengan mempertimbangkan waktu yang telah ditentukan yaitu tidak lebih dari 4 jam

3. Salat jenazah dapat dilaksanakan sekalipun oleh satu orang

c. Penguburan jenazah

1. Lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum, dan berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat

2. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter

3. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.