3 Swalayan di Kota Banjar Ditutup, Pemkot Gelar Rapid Test Massal di 2 Swalayan Hasilnya 9 Reaktif
Jumat, 22 Mei 2020 22:50
Editor: taufik ismail
3 Swalayan di Kota Banjar Ditutup, Pemkot Gelar Rapid Test Massal di 2 Swalayan Hasilnya 9 Reaktif
Memantau rapid test di Kota Banjar. 

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR - Tiga swalayan di Kota Banjar ditutup oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar.

Penutupan tiga swalayan tersebut dilakukan mulai Sabtu hingga Senin (23-25/5/2020).

Ketiga swalayan di Kota Banjar yang ditutup yakni Yogya Depstore, Padjajaran, dan Samudra.

"Ada beberapa swalayan yang memang harus ditutup. Dan ada toko-toko perhiasan yang memang sudah tidak bisa diatur, melanggar PSBB," kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar yang juga Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih melalui keterangan tertulis, Jumat sore (22/5/2020).

Ketiga swalayan tersebut bisa kembali buka pada tanggal Selasa (26/5/2020).

Namun itu pun tetap akan melalui tahap evaluasi lagi.

Tindakan ini diambil karena adanya kerumunan orang yang berbelanja di swalayan dan toko perhiasan tersebut.

Warga yang datang disebut-sebut tidak mematuhi protokol Covid-19.

"Jika tetap ngeyel, akan ditutup lagi," ucap Ade di laman Kompas.com.

Kota Banjar, kata Ade, melanjutkan PSBB tahap kedua.

Hal ini karena hasil evaluasi dengan Gubernur Jawa Barat, Banjar ada di level tiga.

"Ada kekhawatiran kerumunan-kerumunan orang, banyak yang mudik, datang dan belanja, (orang tersebut) tidak peduli (terhadap bahayanya Covid-19)," kata Ade.

Jumat pagi, tim Gugus Tugas Covid-19 mengadakan rapid test massal di dua swalayan, Padjajaran dan Samudra.

Hasil dari rapid tes massal ini, kata Ade, ada 9 orang dinyatakan reaktif di dua swalayan itu.

"Ini harus isolasi di rumah sakit," jelas Ade.

Ade mengaku sedih mengambil kebijakan menutup swalayan tersebut.

Namun kebijakan ini terpaksa diambilnya karena pihak swalayan tak bisa diatur lagi.

"Saya sayang semua. Saya berjuang mengabdi untuk negara. Supaya Covid cepat-cepat selesai," jelas Ade.

Ade menegaskan, pemerintah tak ingin berlama-lama pada situasi seperti ini.

Dia mengaku kasihan kepada pelajar, pedagang dan semua warga.

"Tapi kalau seperti ini, sebagian melanggar, sebagian abai, tak peduli, tak takut, mau sampai kapan? Ayo sama-sama memaafkan, saling hormat, saling menghargai supaya nanti (hari) Minggu kita bisa merayakan kemenangan. Banjar menang kalau kita semua peduli, Banjar juara kalau kita berjuang," ucap Ade.

Bagian HRD Swalayan Padjajaran, Teguh Hartanto mengatakan, secara manajemen pihaknya sangat dukung program pemerintah dalam pencegahan Covid-19.

Adanya penutupan swalayan, pihaknya tidak menolak upaya pemerintah ini.

"Kami ikuti aturan pemerintah, kami kooperatif," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul, 9 Orang Reaktif Saat Rapid Test, Tiga Swalayan di Kota Banjar Ditutup.