Cianjur Berubah jadi Zona Merah, Begini Rencana Pemkab Cianjur saat Idulfitri dan Setelahnya
Jumat, 22 Mei 2020 22:21
Editor: Ravianto
Cianjur Berubah jadi Zona Merah, Begini Rencana Pemkab Cianjur saat Idulfitri dan Setelahnya
Menjelang hari terakhir pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Cianjur tercatat sudah 25 pasien meninggal 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Setelah bertahan di zona hijau Cianjur berubah menjadi zona kuning. Seiring bertambahnya pasien PDP dan ODP zona kuning pun tak bertahan dan kini Cianjur berubah menjadi zona merah.

Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan angka pasien positif terakhir di Cianjur berjumlah lima orang dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Pasien dalam pengawasan berjumlah 76 orang lalu 19 di antaranya meninggal dunia.

Hingga kini pasien dalam pengawasan berjumlah 46 orang.

Lalu data untuk pasien dalam pemantauan berjumlah 825 orang dan 9 di antaranya meninggal dunia.

Hingga saat ini jumlah pasien yang masih dalam pemantauan sebanyak 231 orang.

Koordinator Humas Gugus Covid-19 Cianjur, Teddy Artiawan, mengatakan dengan berubahnya Cianjur menjadi zona merah, pemerintah berencana untuk membuat surat edaran.

"Ada beberapa rencana untuk memutus mata rantai penyebaran virus," ujar Teddy di Pendopo Cianjur, Jumat (22/5/2020).

Teddy mengatakan, pemerintah berencana menutup semua toko dan pusat perbelanjaan mulai Selasa (26/5/2020).

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, setelah berubah zona maka PSBB akan diperketat lagi dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.

"Pengamanan di perbatasan dilanjut dari kepolisian, TNI, termasuk petugas kesehatan, harus diperketat lagi," ujar Herman.

Lalu berdasarkan hasil musyawarah MUI, organisasi Islam, DKM, dan tokoh lainnya Cianjur, maka pelaksanaan salat Idulfitri akan dilaksanan di lapang Prawatasari.

"Kataami dari pemkab Cianjur membolehkan salat Idulfitri dengan catatan protokol covid-19 dilakukan seiring dengan pencegahan seperti cuci tangan, tak bersalaman, dan yang sakit serta baru mudik tak boleh ikut salat Idulfitrinya di rumah saja," katanya.

Herman mengatakan hal tersebut juga berlaku di setiap kecamatan dengan melakukan rapid tes.

"Kepada warga yang suhunya di atas 37 derajat diimbau di rumah saja, kami periksa dulu pemudik yang juga baru datang semoga steril," katanya.(fam)