Rhoma Manggung di Bogor Tak Mau Disalahkan, Justru Pertanyakan Kinerja Pemerintah
Selasa, 30 Juni 2020 10:27
Editor: Sugiri
Rhoma Manggung di Bogor Tak Mau Disalahkan, Justru Pertanyakan Kinerja Pemerintah
Rhoma Irama 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rhoma Irama menjelaskan kronologis dia bernyanyi di acara hajatan sunatan di Pamijahan, Kabupaten Bogor, yang kemudian menuai reaksi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Dia mengatakan, saat datang massa telah berkumpul. Keramaian sudah terjadi, bahkan sepengetahuanya itu sudah terjadi sejak pagi hari.

Raja Dangdut itu mengaku hadir sore sekira pukul 16.00 WIB.

Ketika hadir ia melihat sudah banyak penyanyi yang tampil di sebuah panggung besar dalam hajatan tersebut.

Tidak hanya Rhoma terlihat ada artis Rita Sugiarto, Yunita Ababil, Wawa Marissa, Caca Handika, Yus Yunus, dan beberapa artis lainnya.

"lho, ya, itu dari pagi sudah ada musik, saya datang jam 4 sore lho. Sementara penyanyi-penyanyi itu sudah tanpil dari pagi," kata Rhoma Irama melalui telekonfrensi dalam sebuah acara talkshow di Metro TV, Senin (29/6/2020).

"Bahkan malam minggunya ada penampilan wayang golek," lanjut Rhoma.

Rhoma Irama yang semula diundang hanya sebagai famu undangan biasa bukan untuk bernyanyi, mengaku cukup terkejut setibanya di lokasi hajatan.

"Tapi ketika datang saya kaget banget. Ketika masuk ke rumahnya itu banyak banget bunga-bunga papan ucapan selamat," ucapnya.

Tak hanya bunga, suara musik dan kerumunan massa sudah terlihat saat Rhoma Irama datang.

"Begitu sampai di sana saya lihat kerumunan massa sudah luar biasa. Gemuruh musik berdengung dan tamu undangan banyak," kata Rhoma Irama.

Rhoma Irama dan Bupati Bogor Ade Yasin
Rhoma Irama dan Bupati Bogor Ade Yasin (kolase/instagram/dok Tribunnews.com)

Pertanyakan Kinerja Bupati
Enggan dikambinghitamkan dalam keramaian di lokasi tersebut, Rhoma Irama balik mempertanyakan kinerja pemerintah daerah Kabupaten Bogor.

"Seandainya pemerintah daerah mau berkonsentrasi, katakanlah pelaksanaan PSBB kenapa wayang golek itu dizinkan, musik dibolehkan. Ya, saya datang sebagai tamu sebagai orang biasa," ucap Rhoma Irama.

Rhoma Irama pun merasa dirinya juga si penyelenggara acara sebagai korban.

"Kami kan ini akhirnya korban atas semua yang diizinkan ibu bupati. Kalau enggak ada izin, apa ya mungkin Pak Surya (gelar acara). Kalau Pak Surya enggak ada izin, dia bisa ditindak loh," ujar Rhoma Irama.

Rhoma Irama mengatakan, seharusnya pemerintah daerah bisa membubarkan acara yang digelar temannya itu bila dinilai melanggar peraturan PSBB.

Sebab, sudah sejak malam sebelumya ada acara wayang golek dan paginya mulai acara musik dangdut.

Ade Yasin, Bupati Kabupaten Bogor, sebelumnya marah karena adanya acara musik pada Minggu (28/6/2020) yang menampilkan Rhoma Irama bernyanyi.

Sebelumnya diketahui bahwa pemerintah daerah Kabupaten Bogor sudah melarang adanya acara keramaian dalam hajatan tersebut.

Penyanyi Rhoma Irama tetap manggung di Pamijahan, Kabupaten Bogor meski sempat dilarang karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, Minggu (28/6/2020). (istimewa)
Penyanyi Rhoma Irama tetap manggung di Pamijahan, Kabupaten Bogor meski sempat dilarang karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, Minggu (28/6/2020). (istimewa) (istimewa)

Bukan Sengaja Bernyanyi

Rhoma Irama yang namanya turut terseret dalam masalah tersebut enggan disalahkan dan mengaku hadir bukan untuk bernyanyi, melainkan hanya untuk menghadiri undangan khitanan anak temannya itu.

Ia tetap dengan keyakinannya bahwa penampilan Soneta Group yang semula dijadwalkan tampil dalam acara tersebut sudah dibatalkan.

Sehingga saat ia bernyanyi dalam acara tersebut bukanlah karena keinginan dari dirinya, melainkan permintaan dari tuan rumah pemilik acara.

"Saya tetap komitmen dengan pernyataan saya bahwa penampilan Soneta Group itu akan ditunda dipending. Jadi kemarin itu tidak ada penampilan Soneta Group," kata Rhoma Irama dalam telekonfrensi bersama Metro TV, Senin (29/6/2020).

Rhoma Irama menegaskan, aksi panggungnya bukanlah sengaja dirancang.

"Ketika saya bernyanyi itu katakanlah by accident bukan by designed. Jadi minggu pagi itu kami sudah komit bahwa Soneta enggak main, enggak dateng, saya juga enggak dateng," ucapnya.

Sudah berniat tak hadiri acara tersebut karena batal manggung. Rhoma Irama ditelepon Surya, orang yang membuat hajatan tersebut.

Penyelenggara Hajatan Dipanggil

Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin, mengaku akan memanggil penyelenggara acara sunatan yang menimbulkan keramaian di daerahnya.

Ia sudah sempat memberikan larangan kepada pemilik acara jauh sebelum acara sunatan tersebut digelar.

Namun pada hari pelaksanaannya justru ada pelanggaran PSBB yang terjadi, yakni berkumpulnya orang-orang di satu tempat tanpa memperhatikan jarak aman.

"Saya sebagai ketua gugus tigas di kab Bogor tentu bertanggung jawab. Jadi saya akan berikan surat terhadap penyelanggara dalam hal ini adalah Surya," kata Ade Yasin dalam telekonfrensi bersama Metro TV, Senin (29/6/2020).

"Dan dalam surat itu dinyatakan dilarang menampilkan konser musik dan hiburan lainnya," lanjutAde Yasin.

Ade Yasin mengatakan, surat larangan yang sebelumnya ia kirim kepada pemilik acara yakni Surya sudan direspons.

Ia mengaku tak curiga bila pelanggaran seperti itu akan terjadi setelah ia memberikan surat peringatan beberapa hari sebelum acara.

"Itu sudah direspons bahwa tidak jadi tampil karena sedang masa PSBB dan masa pandemi. Jadi alhamdulillah kami tenang," ujarnya.

"Dan setelah ada surat tadi kita tak berpikir ternyata ketika saya percaya dengan penyelenggara dan yang akan tampil kita tak curiga apa pun," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rhoma Irama Kaget Saat Datang ke Hajatan Sunatan, Penyanyi Lain Sudah Tampil, Juga Ada Wayang Golek