Belanja Iklan Digital Ternyata Tumbuh Membaik di Tengah Pandemi Covid-19
Selasa, 21 Juli 2020 23:09
Editor: Darajat Arianto
Belanja Iklan Digital Ternyata Tumbuh Membaik di Tengah Pandemi Covid-19
ILUSTRASI - JNE Ngajak Online 2019 hadir mengedukasi seratusan wirausaha Tasikmalaya, Kamis (7/2/2019) siang. Kegiatan yang dikemas melalui workshop dengan tema “Mengemas Produk & Strategi Digital”, itu digelar di Woody Kitchen, Jalan BKR no 9, Tasikmalaya. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengubah berbagai aspek kehidupan masyarakat. Menurut Global Web Index, terdapat lebih dari 76 persen pengguna Internet berusia 16 – 64 tahun yang menghabiskan waktunya untuk berselancar di internet.

Country Director ADA in Indonesia, Faradi Bachri, banyak yang menyikapi perubahan perilaku konsumen ini sebagai kelesuan dalam bisnis. “Sebetulnya, konsumen tidak hilang. Mereka hanya beralih ke digital platform yang memungkinkan mereka untuk tetap beraktivitas dan bersoialisasi di tengah situasi pendemi,” ujarnya dalam keterangan pers yang dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (21/7/2020).

Selain beralih ke digital platform, situasi pandemi juga membuat masyarakat menahan konsumsi. Pengeluaran terfokus pada kebutuhan harian, sisanya disimpan atau ditabung. Masyarakat menunggu saat yang tepat untuk melakukan pengeluaran di luar kebutuhan harian.

Menurut Faradi, umumnya bisnis bereaksi dengan cara menahan semua pengeluaran yang berkaitan dengan aktivitas pemasarannya. Perusahaan memilih menyimpan atau mengalihkan dana untuk digunakan pada situasi darurat sehingga aktivitas pemasaran diprediksi menurun pada masa pandemi.

Namun, ada beberapa perusahaan yang justru mampu memanfaatkan situasi ini untuk tetap melakukan komunikasi pemasaran melalui digital platform. Ia memaparkan adanya pertumbuhan belanja iklan digital yang signifikan pada Januari hingga Juni 2020 dibandingkan dengan tahun lalu. “Pertumbuhan itu mencapai 25 persen dengan puncak aktivitas belanja iklan pada Juni,” kata Faradi.

Naiknya belanja iklan digital secara signifikan memperlihatkan bahwa pemain bisnis menanggapi kondisi ini dan beradaptasi dengan cepat. Perusahaan juga menyesuaikan pengelolaan pesan dan pendekatan kreatif agar relevan dengan situasi yang dihadapi konsumen, serta platform komunikasi yang digunakan, yakni secara digital.

Selain penggunaan digital platform, pada tahap ini pemanfaatan data memegang peranan yang sangat penting. Karenanya, ia menilai jika proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan benar, maka bisnis atau perusahaan akan mendapatkan pengetahuan yang nantinya dapat diolah menjadi sebuah solusi yang tepat sasaran untuk konsumen.

Pentingnya pengolahan dan analisis data juga terbukti dari insights yang ditemukan ADA di masa pandemi. ADA mencatat adanya peningkatan penggunaan aplikasi traveling di Indonesia selama Maret 2020. Peningkatan tersebut mencapai 700 persen pada pertengahan bulan Maret. Hal ini menjadi indikasi bahwa keinginan untuk bepergian tidak surut karena pandemi.

“Covid-19 tidak lantas mematahkan keinginan masyarakat untuk bepergian. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, mereka menghabiskan waktunya untuk melihat aplikasi atau konten yang berkaitan dengan traveling. Tugas pemain bisnis adalah menangkap keinginan tersebut, kemudian membuat solusi bagi konsumen,” ujarnya.

Covid-19 Mendorong Proses Digitalisasi
ADA melihat peralihan aktivitas dari offline ke online kemungkinan besar menjadi permanen. Hal ini didorong oleh kesadaran masyarakat bahwa penggunaan digital platform untuk kehidupan sehari-hari tidak sesulit yang dibayangkan.

Industri dan pelaku bisnis pun dipaksa untuk bertransformasi ke ranah digital. Misalnya, kesehatan menjadi salah satu sektor industri yang mulai mengarah ke digital dengan makin gencarnya konsultasi online.

Pada akhirnya, kondisi ini memaksa masyarakat untuk beradaptasi, mengubah cara hidup dan aktivitas sehari-harinya. "Di sisi lain, kondisi ini membantu mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan digital platform untuk beraktivitas sehingga lambat laun menjadi permanen,” ucap. (sugeng adji soenarso)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Pandemi virus corona (Covid-19) mempercepat transformasi digital".