ADA LAGI, INNALILLAHI, Ustaz di Banten Meninggal Saat Mau Menyembelih Hewan Kurban, Videnya Viral
Sabtu, 1 Agustus 2020 20:10
Editor: Kisdiantoro
ADA LAGI, INNALILLAHI, Ustaz di Banten Meninggal Saat Mau Menyembelih Hewan Kurban, Videnya Viral
Detik-detik Asmala guru ngaji di Banten meninggal dunia saat menyembelih hewan kurban. 

Heboh penyembelih hewan kurban di Tasikmalaya meninggal dunia, bukan satu-satunya di Idul Adha 2020

Di Banten, seorang ustaz atau guru mengaji meninggal dunia saat hendak menyembelih hewan kurban

Detik-detik meninggalnya sang ustaz di Banten itu terekam oleh kamera dan menjadi video viral

Kapolsek Pontang, AKP Sudibyo Wardoyo saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa ustaz di Banten meninggal dunia

//

TRIBUNJABAR.ID, SERANG - Momentum Idul Adha 2020 di Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten dikejutkan dengan adanya seorang ustaz yang meninggal di saat proses penyembelihan hewan kurban, Jumat (31/7/2020).

Ustaz yang diketahui bernama Asmala tersebut menghembuskan nafas terakhir di saat tengah melakukan penyembelihan.

Disaksikan melalui video yang diunggah di media sosial dan sempat viral tersebut, menunjukkan detik-detik sebelum meninggalnya sang ustaz yang diketahui juga sebagai salah seorang guru mengaji itu tiba-tiba lemas dan tersungkur jatuh.

Sontak warga yang berada di Desa Pontang, Kecamatan Pontang tersebut memberikan pertolongan pertama kepada yang sang ustaz tersebut.

Namun sayang nyawanya tak dapat tertolong.

Saat dikonfirmasi oleh TribunBanten.com, Sabtu, (1/8/2020) Kapolsek Pontang, AKP Sudibyo Wardoyo membenarkan peristiwa tersebut.

Menurut Sudibyo, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung.

Sudibyo mengatakan sang ustaz setelah sholat Idul Adha dimintai tolong untuk dapat menyembelih hewan kurban.

Namun nahas saat tengah melakukan proses penyembelihan tersebut, Asmala berhenti dan tersungkur ke belakang.

"Saat menyembelih hewan, fisik kurang fit begitu nyembelih selesai langsung jatuh," ucap Sudibyo dikutip dari Tribunbaten.com

Setelah tersungkur, warga sempat membawa sang ustaz ke puskemas terdekat.

Sudibyo juga menerangkan, anak Asmala pun ikut memberikan pertolongan kepada sang ayah.

Namun nahas belum sampai di puskesmas, nyawa Asmala tak dapat tertolong.

Keluarga langsung memakamkan jenazah ustaz tersebut.

"Sudah dimakamkan sore kemarin," tegasnya. 

Penyembelih Hewan Kurban di Tasik Meninggal

Ini kronologis lengkap meninggalnya secara mendadak Epin Sutisna (50), penyembelih hewan kurban di Kampung Gunung Dongkol, Kelurahan Setiaratu, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jumat (31/7).

Panitia kurban, Mamun (68), mengungkapkan, pada Idul Adha 1441 H tahun ini, ada empat hewan kurban yang akan disembelih di Kampung Gunung Cidongkol.

Yakni satu ekor sapi dan tiga ekor kambing. Penyembelihan sudah diputuskan panitia dipercayakan kepada Epin Sutisna, warga setempat.

Pada pelaksanaan penyembelihan, seusai solat Idul Adha, semua warga yang berkurban sudah berkumpul untuk menyaksikan penyembelihan. Warga lainnya pun ikut melihat.

"Sebelum penyembelihan dimulai, Pak Epin mengaku tidak enak badan. Tapi saat saya tanya lebih jauh, dia menyatakan kesiapannya," ujar Mamun.

Akhirnya pelaksanaan penyembelihan pun dimulai. Yang pertama kali disembelih adalah sapi dan berjalan lancar. Yang kedua adalah kambing dan berjalan lancar pula.

Musibah terjadi ketika akan menyembelih kambing yang kedua. "Saat itu Pak Epin sudah siap dengan golok kecilnya. Warga lainnya memegang kaki," kata Mamun.

Namun tanpa diduga, tubuh Epin tiba-tiba lunglai dan ambruk menimpa tubuh kambing yang akan disembelih.

Warga pun terkejut dan panik. Ibu-ibu ada yang menangis menjerit-jerit. Warga pun segera mengangkat tubuh Epin.

"Saat itu kami lihat Pak Epin sudah tidak ada. Ia meninggal secara mendadak. Tapi dibawa ke rumah sakit untuk lebih memastikannya," ujar Mamun.

Dokter di ruang IGD RSU dr Soekardjo memastikan bahwa Epin sudah meninggal dunia. Jenazah Epin dibawa pulang kembali.

"Kami tidak menyangka terhadap takdir yang menimpa Pak Epin. Mudah-mudahan arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata Mamun.