Valentino Rossi Menuding Stelan Motornya Dipolitisasi, Bos Yamaha Beri Jawaban
Sabtu, 1 Agustus 2020 20:01
Editor: Giri
Valentino Rossi Menuding Stelan Motornya Dipolitisasi, Bos Yamaha Beri Jawaban
Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, menyemprotkan sampanye di podium MotoGP Andalusia di Sirkuit Jerez, Minggu (26/7/2020). 

TRIBUNJABAR.ID - Tudingan Valentino Rossi tentang stelah motornya telah dipolitisasi mendapat tanggapan dari Managing Director Yamaha, Lin Jarvis.

Di seri kedua MotoGP 2020, pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi, akhirnya mampu membuktikan diri masih layak untuk bersaing di kelas tertinggi setelah merebut podium pada seri MotoGP Andalusia 2020.

Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, itu Valentino Rossi mengakhiri puasa podiumnya selama 469 hari seusai merebut finis di tempat ketiga.

Valentino Rossi mengalami masalah teknis di GP Spanyol 2020.
Valentino Rossi mengalami masalah teknis di GP Spanyol 2020. (MotoGP)

Keluh kesah itu diungkapkan oleh rider berjuluk The Doctor tersebut saat menjalani sesi jumpa pers setelah balapan MotoGP Andalusia 2020 lalu.

Dalam kesempatan itu, Valentino Rossi merasa telah dipolitisasi dan dipersulit hanya untuk sekadar menentukan setelan motor yang akan dia pakai untuk menjalani balapan.

Merespons tuduhan pebalap paling seniornya, Lin Jarvis pun menegaskan masalah yang dialami oleh Valentino Rossi tersebut tidak ada hubungannya dengan politik.

Lin Jarvis merasa kendala yang dialami oleh Valentino Rossi tersebut merupakan masalah tidak sinkronnya antara data dengan keinginan untuk selalu meraih hasil terbaik.

"Ini bukanlah persoalan politik, ini lebih bisa digambarkan dengan istilah data versus keinginan," kata Lin Jarvis, dilansir BolaSport.com dari Speedweek.

Lebih jauh lagi, sudah menjadi hal yang wajar jika empat pembalap timnya menggunakan setelan motor yang hampir sama dalam dua balapan awal MotoGP 2020.

“Kami memiliki empat motor untuk ajang ini, dengan tiga mesin pabrikan 2020," tutur Lin Jarvis menjelaskan.

"Motor (Franco) Morbidelli menggunakan mesin campuran antara 2019 dan 2020, tetapi pengaturan keempat pebalap umumnya mengikuti arah yang sama," katanya.

Pria asal Inggris itu menyarankan kepada Valentino Rossi untuk meyakinkan para mekanik balapnya jika masih ingin menggunakan setelah yang berbeda dari rekan-rekannya yang lain.

"Dia (Rossi) ingin mendapatkan kembali sentuhan terbaik yang dimiliki dengan M1 seperti pada masa lalu," tutur Lin Jarvis menambahkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bos Yamaha Jawab Tudingan Valentino Rossi yang Merasa Dipersulit Soal Setelan Motor