Kasus Korupsi Dana Hibah KONI KBB Rp 10 Miliar, Bendahara Dua Kali Mangkir Dipanggil Polisi
Rabu, 16 September 2020 13:27
Editor: Ichsan
Kasus Korupsi Dana Hibah KONI KBB Rp 10 Miliar, Bendahara Dua Kali Mangkir Dipanggil Polisi
Ilustrasi Korupsi.. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Cimahi memeriksa dua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk mengungkap kasus korupsi dana hibah untuk cabang olahraga (cabor) 2020 sebesar Rp 10 miliar.

Pihak Tipikor Polres Cimahi sebelumnya sudah memanggil dua orang dari KONI KBB dan Pemerintah Daerah KBB. Namun hingga pemanggilan kedua kalinya, dua orang tersebut belum sekalipun hadir.

Kepala Unit Tipikor Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra mengatakan pihaknya masih menunggu keterangan Bendahara Umum KONI KBB terkait aliran dana hibah KONI KBB tahun 2020.

Sebab aliran dana hibah sebesar Rp10 miliar yang harusnya cair kepada semua atlet dan pelatih Cabor dibawah naungan KONI KBB, namun  sudah habis sebelum disalurkan ke para Cabor.

"Tanpa bendahara tidak mungkin, karena bendahara lah yang mengatur segala urusan keuangan. Dalam waktu dekat kita undang kembali yang bersangkutan, kemungkinan minggu depan," kata Herman saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Meskipun dana untuk para Cabor kini sudah sebagian tersalurkan, pihak unit Tipikor Polres Cimahi terus memanggil lantaran dana hibah tersebut sudah habis sebelum disalurkan ke para Cabor.

Herman mengatakan pihaknya sudah mengundang Bendahara Umum KONI KBB sebanyak dua kali untuk mengetahui keterangan dari yang bersangkutan, namun,  dua kali undangan yang dilayangkan itu, tidak memenuhi undangan.

"Yang pertama beralasan sakit, memang ada surat sakitnya. Yang kedua beralasan sedang dinas luar kota," katanya.

Hingga kini juga, pihak kepolisian belum bisa memastikan bahwa adanya penyelewangan dana hibah KONI KBB tersebut, lantaran keterangan dari para saksi itu belum didapatnya.

Sementara terkait beredar aliran dana hibah yang diduga merupakan catatan laporan keuangan KONI KBB, pihaknya belum bisa memutuskan lebih jauh dan harus mendapatkan laporan secara lengkap.

"Karena persesuaian keterangan masih terputus-putus sehingga kita belum bisa menyimpulkan. Karena ini kan baru dugaan," ujarnya.