Viral Aksi Puluhan Pemuda Bermotor Konvoi sampai Tutup Jalan Layang Pasoepati, Ini Penjelasan Polisi
Rabu, 16 September 2020 13:01
Editor: Ravianto
Viral Aksi Puluhan Pemuda Bermotor Konvoi sampai Tutup Jalan Layang Pasoepati, Ini Penjelasan Polisi
Puluhan remaja menggerung-gerungkan sepeda motor, mengibar-ngibarkan bendera bahkan menutup Jalan Layang Pasoepati sambil berteriak-teriak, Jumat (11/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi sempat menindak tegas dengan menangkap kelompok remaja berkendara sepeda motor, konvoy ugal-ugalan membawa bendara dan sempat menutup Jalan Layang Pasoepati arah Pasteur pada Jumat (11/9/2020).

Dalam video yang beredar, tampak puluhan remaja seperti berpesta, menggerung-gerungkan sepeda motor, mengibar-ngibarkan bendera bahkan menutup Jalan Pasupati sambil berteriak-teriak.

"Saat itu banyak komplen pengaduan dari masyarakat soal rombongan kelompok bermotor yang urakan, membawa bambu, berkeliling Kota Bandung dan menutup jalan sehingga pemakai jalan tidak bisa lewat," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Jalan Merdeka, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan, polisi sempat menindak berandalan itu dengan cara mengejar, membubarkan dan sempat mengamankan mereka.

"Saat dibubarkan mereka kocar-kacir. Sempat ada yang ditangkap dan diamankan di Mapolrestabes Bandung. Saat ditangkap ada yang terjatuh," ujar dia.

Belakangan, beredar kabar ada penganiayaan terhadap salah satu pelaku berandalan bermotor yang menurut polisi mengganggu keamanan dan ketertiban itu.

"Saat ditanya pada mereka, mereka mengaku terjatuh saat sedang dibubarkan oleh anggota. Kalaupun ada penganiayaan oleh oknum anggota kami, akan kami dalami," ucap dia.

Dia mengatakan, tindakan konvoy bermotor dengan ugal-ugalan itu tidak pantas dilakukan di tengah Pandemi Covid 19.

Di sisi lain, ada aturan dari perda, pergub hingga inpres soal larangan berkerumun di tengah pandemi.

"Makanya mereka yang berkonvoy akan kami panggil lagi mereka untuk kami mintai keterangan karena perbuatan mereka ini pidana dan meresahkan, sampai menutup jalan raya," ujar dia.

Ulung menambahkan, polisi sudah menerima laporan dari masyarakat terkait keluhan penutupan jalan tersebut.

"Makanya, karena banyak yang protes dan mengeluhkan penutupan jalan karena konvoy berandal itu, kami akan panggil lagi para pelaku untuk dimintai keterangan," ucapnya.(*)