Tangani Covid-19, Pemerintah Jangan Andalkan Vaksin, Fokus Gencarkan 3M
Sabtu, 17 Oktober 2020 21:52
Editor: Siti Fatimah
Tangani Covid-19, Pemerintah Jangan Andalkan Vaksin, Fokus Gencarkan 3M
ilustrasi vaksin Covid-19 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Meski vaksin Covid-19 sudah masuk uji klinik fase 3 , namun masyarakat diimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Dikutip dari Tribunnews, Kepala Departemen Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang, dr. Sugeng Ibrahim menilai, pemerintah jangan berharap kehadiran vaksin sebagai langkah terbaik penanganan Covid-19.

Ia mengatakan, pengadaan vaksin baik dari luar dan dalam negeri masih membutuhkan waktu panjang.

"Jadi jangan semata-mata menggantungkan harapan pada vaksin ini," ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (17/10/2020).

Wakil Dekan bidang kemahasiswaan ini mengapresiasi segala usaha pemerintah dalam pengadaan vaksin virus corona baik melalui jalur diplomasi dan kemandirian dalam negeri.

Meski demikian, pemerintah harus mengupayakan penegakan gerakan 3M lebih masif, sesuai dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020, tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019Tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

"Pemerintah ini kurang fokus, lnpres nomor 6 2020 itu kita gencarkan. Penelitian tentang vaksin berjalan baik, tapi itu sudah sampai mana, kita harus berbicara berapa kebutuhan yang kita perlukan, masih butuh waktu," ungkapnya.

Ia mengatakan, perubahan perilaku seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun itu lebih murah dan lebih mudah.

"Sebenarnya pengadaan vaksin itu seperenam dari seluruh upaya dari seluruh realitas yang ada dalam mengutus penularan Covid-19," ujar dia.

Sementara itu, Spesialis Mikrobiologi FKUI, Pratiwi Sudarmono menambahkan, dari 93 calon vaksin Covid-19 yang ada di seluruh dunia sampai hari ini belum ada pun yang menyelesasikan uji klinik fase III.

"Mungkin memberikan sedikit harapan yang palsu itu ya. Terlalu cepat, seolah-olah segera kalau bulan depan kita segera bisa disuntik gitu itu saya belum bisa begitu karena bahkan proses perizinan saja memerlukan lagi kajian-kajian yang cukup lama toh di Badan POM begitu daftarkan diperlukan kira-kira 28 hari untuk keluarnya atau izin," jelasnya.

Catatan redaksi;

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( *wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak* ).

Bersama-kita lawan virus corona.  

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Akademisi Sarankan Pemerintah Fokus Gencarkan 3M: Jangan Semata-sama Harap Vaksin Covid-19,