Drama Perselingkuhan, Bu Camat Dituduh Jadi Pelakor, Rumah Tangga Anggota DPRD Ini pun Goyang
Rabu, 13 Oktober 2021 22:12 WIB
Editor: Fauzie Pradita Abbas
2 jam lalu - Jawa Timur

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang wanita yang menjabat sebagai seorang camat dituding menjadi perebut laki orang (pelakor) suami anggota DPRD Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Adapun sang suami anggota DPRD itu juga bukan orang sembarangan di Tanjungbalai.

Dia diduga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tanjungbalai yang berinisial ARM.

Bahkan, kasus ini sudah bergulir ke pihak kepolisian setelah sang anggota DPRD Tanjungbalai itu yakni Chairunnisa Batubara alias CB dan DP sama-sama saling melapor ke Polrestabes Medan.

Adapun Chairunnisa Batubara melaporkan DP dengan delik aduan perzinahan.

Sementara DP melaporkan keluarga Chairunnisa Batubara dengan delik aduan penganiayaan.

Adapun ada oknum jaksa dan perwira polisi yang terlibat dalam kasus cinta segitiga rumit pejabat di Tanjungnbalai itu.

Oknum Camat di Kabupaten Aceh Tenggara berinisial DP yang diduga berselingkuh dengan Pejabat Pemkot Tanjungbalai yang juga suami dari anggota DPRD setempat.
Oknum Camat di Kabupaten Aceh Tenggara berinisial DP yang diduga berselingkuh dengan Pejabat Pemkot Tanjungbalai yang juga suami dari anggota DPRD setempat. (ISTIMEWA via Tribun Medan)

Diduga Selingkuh di Jakarta

"Iya, kemarin dia (Chairunnisa Batubara) melaporkan suaminya ketangkap tangan sedang berduaan dengan wanita lain di tempat terbuka di Kota Medan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra Marpaung, Selasa (12/10/2021).

"Saat dicek handphonenya, ada bukti percakapan mereka melakukan hubungan suami istri. Setelah suami ini mengakui dibawa lah ke kantor polisi," sambungnya.

Rafles pun membantah bahwa terlapor digrebek oleh pihaknya di hotel sekitar Medan.

Dikatakannya, berdasarkan pesan yang ada di ponsel ARM, diketahui adanya hubungan suami istri antara ARM dan DP terjadi di salah satu hotel di Jakarta.

"TKP nya itu di hotel yang ada di Jakarta. Atas dasar itu dibawa ke kantor ke polisi dilaporkan masalah perzinahan 284 KUHP. Karena TKP nya di Jakarta, maka dilimpahkan ke Polda Metro Jaya melalui Polda Sumut nantinya," ujar dia.

Kendati kasus ini bergulir ke ranah hukum, dia memastikan para pelaku dalam kasus ini tak ada yang ditahan.

"Kalau kedua terlapor engga bisa ditahan. Karena kalau kasus zinah engga bisa ditahan," jelas dia.

Mengaku Dianiaya Kerabat Istri Sah

Saat diwawancarai, oknum camat yang dituding sebagai pelakor, DP, mengaku dianiaya oleh MJ.

Ilustrasi perselingkuhan
Ilustrasi perselingkuhan (Tribunnews.com/IMCNews.ID)

MJ merupakan kerabat dari Chairunnisa Batubara yang bertugas di Kejati Sumut.

Saat MJ menganiaya DP, ia juga menyebut ada dua perwira polisi yang menyaksikan.

Kedua perwira tersebut adalah Kompol D dan Kompol AB.

Kompol D merupakan perwira di Polda Sumut, sementara Kompol AB bertugas di Polres Langkat.

Berkaitan dengan kasus ini, awak media sempat mencari ARM alias Mui di kantornya.

Namun, ARM tidak datang bekerja sejak kasus perselingkuhannya terbongkar.

Kronologis penganiayaan

ARM tiba di Kota Medan dan dijemput oleh sopirnya naik Mitsubishi Pajero di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Kemudian, ARM mengantarkan DP pulang, lantaran ingin bersama.

Saat tiba di Komplek Citra Garden, Jalan Padang Bulan, tiba-tiba dua unit mobil menyalip kendaraan yang ditumpangi ARM dan Desy.

Ilustrasi
Ilustrasi selingkuh (Pixabay)

"Saat saya diantar di depan Komplek Citra Garden, enggak lama kemudian tiba dua mobil lainnya yaitu Fortuner dan Alphard menyetop kendaraan kami," kata korban.

Kemudian istri sah ARM tiba-tiba turun dan menaiki kendaraan yang korban tumpangi.

Setelahnya, istri Mui meminta sopir turun dan berganti mengendarai kendaraan tersebut.

Di dalam mobil, kata DP, istri sah ARM mengancam dirinya lantaran dituduh sebagai pelakor.

Singkat cerita, DP dibawa bersama dengan Mui ke rumah MJ, di Komplek Tasbih II.

MJ merupakan kerabat dari CH, yang kini bertugas di Kejati Sumut.

Sesampainya di sana, kata DP, ia langsung dipukul oleh MJ tanpa bertanya-tanya terlebih dahulu.

"Muka saya langsung dipukulnya," ucap DP.

Tak berapa lama setelah diinterogasi di rumah MJ, perselingkuhan keduanya terungkap.

Suami DP berinisial B kemudian tiba di kediaman MJ.

Tujuannya, agar MJ dan keluarganya tidak menganiaya korban.

Saat itu, B, suami DP minta MJ (oknum jaksa), CH (istri Mui), RCD (istri MJ) dan AS (kakak CH) untuk membawanya ke polsek terdekat agar tidak terjadi aksi penganiayaan tersebut.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Tribunnews)

"AS yang paling menyiksa saya. Saya berusaha lari, terus dipukulnya lagi," jelasnya.

Bahkan, sambungnya, penganiayaan tersebut menyita perhatian keluarga lain yang kebetulan aparat penegak hukum berpangkat Kompol berinisial D yang bertugas di Polda Sumut.

Tak lama berselang, datang Kompol AB dan istri yang bertugas di Polres Langkat.

"Kompol AB datang sama istrinya belakangan, mereka tidak ikut menganiaya," jelas dia.

Suami korban menyesalkan tindakan penganiayaan ini.

Sebab, persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun sebaliknya, persoalan ini menjadi panjang lantaran CH, istri Mui dan keluarganya yang diduga menganiaya korban, masih saudara kandung dengan mantan Wali Kota Tanjungbalai berinisial MS yang terjerat suap dan korupsi.

"Akhirnya kami bisa keluar dari rumah MJ sekitar jam 6 pagi. Bukti penganiayaan berupa visum dari Rumah Sakit Pringadi Medan sudah kami serahkan juga kepada polisi saat melapor," ujar dia.

Artikel ini disarikan dari Tribun-Medan.com dengan Topik