Info Kasus Subang Terbaru, Cucu Tuti Menggambar Batu Nisan Bertuliskan Nenek, Wajahnya Jadi Sorotan
Rabu, 13 Oktober 2021 22:30 WIB
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Info Kasus Subang Terbaru, Cucu Tuti Menggambar Batu Nisan Bertuliskan Nenek, Wajahnya Jadi Sorotan
Korban pembunuhan di Subang, Amalia Mustika Ratu dan Tuti Suhartini 

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Cucu Tuti Suhartini (55) sekaligus keponakan Amalia Mustika Ratu (23) menggambar makam neneknya.

Kedua sosok dari korban perampasan ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat masih terus dirindukan oleh sanak keluarga dari keluarga korban.

Pasalnya, sudah 56 hari keluarga korban sudah ditinggalkan oleh Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23).

Akan tetapi, kasus tersebut masih belum juga terungkap siapa pelakunya.

Sosok dari anak Yoris (34) yang merupakan anak tertua dari Tuti sampai dengan saat ini merasakan setiap harinya merindukan sosok dari nenek serta bibinya tersebut yang meninggal secara tidak wajar.

"Tadi malam yah mungkin anak saya itu kan enggak sengaja malam itu dia manggil saya tiba-tiba dia bersama mamahnya lagi ngegambar kaya bikin kuburan neneknya," ucap Yoris di Subang, Rabu (13/10/2021).

Yoris saat ditemui setelah menggelar pengajian di Jalancagak, Subang.
Yoris saat ditemui setelah menggelar pengajian di Jalancagak, Subang. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Kerinduan dari anak Yoris yang masih berusia lima tahun itu, Yoris menjelaskan bahwa anaknya terus menanyakan keberadaan sosok dari nenek serta bibinya.

"Dari gambarnya anak saya menjelaskan kaya, ada anak saya, istri saya, saya di kuburan yang ada tulisan neneknya, saya juga kaget," katanya.

Diketahui, sosok dari anak Yoris tersebut sangat dekat dengan kedua korban dari perampasan nyawa itu.

Sementara itu, sudah berjalan 56 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang masih terus menuai misteri.

Pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap kasus yang sudah menjadi sorotan publik ini.

Lukisan cucu Tuti Suhartini, korban perampasan nyawa di Subang.
Lukisan cucu Tuti Suhartini, korban perampasan nyawa di Subang. (Dok. Yoris)

Buka Rekening Koran Korban 

Kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang memasuki hari ke-56. Petugas kepolisan masih berupaya mengungkap dalang di balik perampasan nyawa Tuti Suhartini (54) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Kini, pihak kepolisian membutuhkan rekening korang milik Amalia, salah satu korban kasus Subang.

Ayah korban, Yosef (55) dan kakak korban, Yoris (34) pun mengusahakan pengurusan rekening tersebut.

Sebab keduanya adalah ahli waris dua korban kasus perampasan nyawa ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia.

Kepolisian membutuhkan print out rekening koran Amalia.

Saat Yosef (55) beserta tim kuasa hukumnya akan memasuki salah satu bank di Kabupaten Subang, Selasa (12/10/2021).
Saat Yosef (55) beserta tim kuasa hukumnya akan memasuki salah satu bank di Kabupaten Subang, Selasa (12/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Rekening koran berisi informasi aliran dana dari tabungan tersebut.

Dalam penyelidikan ke salah satu perbankan ini dihadirkan langsung Yosef (55) serta Yoris (34).

Meski begitu, pengurusan rekening koran itu tidak berjalan mulus.

Pihak Yosef tidak mengumpulkan persyaratan secara lengkap.

"Kami diminta untuk menguruskan rekening, rekeningnya Bu Tuti serta Amalia tapi saat ini ada beberapa persyaratan yang masih harus kami penuhi. Dan kami mengetahui informasi persyaratan-persyaratan," ucap Rohman Hidayat selaku kuasa hukum Yosef di Subang, Selasa (12/10/2021).

Rohman mengatakan, print out rekening koran dari Amalia tersebut merupakan agenda dari penyelidikan lanjutan oleh pihak kepolisian.

"Ini untuk kepentingan penyidikan bukan kepentingan kami, kan kalau bank setelah orangnya meninggal lebih baik kan ditutup rekeningnya," katanya.

Dari penyidikan rekening koran ini, Rohman berharap kepolisian mendapat petunjuk yang mengarah pada pelaku sehingga kasus Subang dapat dipecahkan.

"Mudah-mudahan ini jadi petunjuk dari penyidikan pihak kepolisian, dari rekening korannya nanti apa ada perputaran atau ada transaksi ke mana saja ke siapa saja itu, kan, bisa diketahui," ujar Rohman.

Sudah 54 Saksi Diperiksa

Kapolres Subang AKBP Sumarni menyampaikan perkembangan terkini penyelidikan kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang.

Ada fakta baru dari kasus ini, seperti jumlah saksi yang diperiksa kini melebihi 50 orang dan soal pelaku yang masih terus diselidiki.

Dua orang perempuan, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) menjadi korban dalam peristiwa yang kemudian dikenal dengan nama kasus Subang ini.

Sudah berjalan 55 hari, kasus Subang hingga saat ini terus diselidiki.

Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk mengungkap pelakunya.

"Kami saat ini tengah mengumpulkan informasi dan bahan keterangan untuk mengungkap siapa dalang pelakunya," ujar AKBP Sumarni, saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (12/10//2021).

Tidak hanya itu, upaya mencari titik terang dan menuntaskan kasus Subang, pihaknya sejauh ini telah memeriksa puluhan saksi yang berkaitan dengan peristiwa meninggalnya ibu dan anak di subang.

Kapolres Subang AKBP Sumarni di Mapolres Subang
Kapolres Subang AKBP Sumarni di Mapolres Subang (Tribun Jabar / Dwiki Maulana)

"Sejauh ini sudah menanggil 54 saksi yang berkaitan dengan kasusnya," ucap Sumarni.

Saksi-saksi tersebut antara lain orang-orang yang datang ke TKP ketika korban pertama kali ditemukan, orang-orang terdekat korban, hingga istri muda Yosef.

Yosef merupakan ayah dari Amalia yang juga suami dari Tuti.

Istri muda Yosef, Mimin Mintarsih ikut dijadikan saksi dalam kasus ini.

Saat disinggung, sudah ada atau tidaknya dugaan mengarah kepada tersangka, pihaknya enggan menjawab lebih jauh, karena masih dalam tahap pengumpulan alat bukti. 

"Kami meminta doanya agar kasus ini bisa segera terungkap," ujar Sumarni.

Peristiwa kasus Subang sendiri terjadi pada tanggal 18 Agustus.

Warga di Dusun Ciseuti, Jalancagak, dikejutkan dengan penemuan jasad ibu dan anak di dalam bagai mobil Alphard.

Belakangan diketahui jika korban adalah Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Hingga kini, polisi terus berusaha menguak misteri kasus ini.

Selain memeriksa saksi, polisi juga melakukan autopsi ulang terhadap jasad korban. (*)