Air Kelapa Diklaim dapat Netralkan Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Kemenkes
Kamis, 14 Oktober 2021 07:44 WIB
Editor: Mumu Mujahidin
Air Kelapa Diklaim dapat Netralkan Efek Samping Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Kata Kemenkes
Air kelapa memang menyehatkan, tapi ada beberapa orang yang tidak dianjurkan minum air kelapa | Ilustrasi air kelapa 

TRIBUNCIREBON.COM - Baru-baru ini trending di Twitter jika air kelapa bisa menetralkan efek samping vaksin Covid-19.

Klaim tersebut pertama kali diungkapkan oleh seorang warganet pengguna media sosial Twitter melalui akun base @tubirfess pada 4 Oktober 2021.

Warganet itu menceritakan pengalaman kawannya yang meminum air kelapa usai menerima vaksin, agar tidak merasakan efek samping vaksin.

"Btw! Temenku abis vaksin minum air kelapa, katanya biar vaksinnya ga bekerja(???)

Serius nanya, apa hubungannya air kelapa sama v4ksin?" tulis warganet itu.

Lantas, benarkah air kelapa mampu menetralkan efek samping vaksin?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, klaim bahwa air kelapa dapat menetralkan efek samping pasca-vaksinasi adalah hoaks.

Ia mengatakan, efek samping merupakan bagian dari respons tubuh saat menerima vaksin.

 
"Efek samping merupakan bagian dari respons tubuh kita saat dilatih oleh antigen dari vaksin yang dsuntikan," kata Nadia, Rabu (13/10/2021), melansir dari Kompas.com dalam artikel 'Benarkah Minum Air Kelapa Dapat Menetralkan Efek Samping Vaksin? Ini Kata Kemenkes'

Nadia mengatakan, belum ada bukti ilmiah maupun hasil uji klinis yang mendukung klaim air kelapa dapat menetralkan efek samping pasca-vaksinasi.

"Belum ada kajian atau uji klinis bahwa kelapa dapat menetralkan efek sampaing vaksin," kata Nadia.

Menurut dia, klaim bahwa minum air kelapa dapat menetralkan efek samping pasca-vaksinasi kemungkinan hanya dampak psikologis dari orang yang melakukan hal tersebut.

"Mungkin hanya dampak psikologis saja," kata Nadia.

Selain itu, minum air kelapa setelah menerima vaksin juga tidak akan berdampak terhadap manfaat kekebalan yang dihasilkan dari vaksin yang disuntikkan.

"Tidak ada pengaruhnya, juga bukti ilmiahnya juga tidak ada," jelas Nadia.

Narasi yang mengeklaim bahwa air kelapa hijau bisa menawarkan efek racun yang terkandung di dalam vaksin sudah pernah beredar sebelumnya.

Diberitakan Kompas.com, 21 Januari 2021, Nadia menjelaskan, vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat bukan racun yang harus dinetralkan dengan air kelapa.

Vaksin, kata Nadia, sama halnya seperti obat yang baik untuk kesehatan.

Hal serupa juga dikatakan Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto.

"Ya ini hoaks lah. Kenapa ya banyak yang membuat hoaks-hoaks yang bikin masyarakat tuh lebih takut divaksin daripada virusnya sendiri," kata Bambang.

Menurut dia, adanya narasi ini seolah-olah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan ke masyarakat Indonesia mengandung racun.

"Yang pertama, jelas dari cara pemberiannya atau jalur masuknya kan beda. Yang satu lewat pencernaan, yang satu disuntik untuk masuk ke pembuluh darah. Ya enggak akan ada hubungannya," tegas dia.

Bambang kembali menegaskan, tidak ada komponen yang mengandung racun dalam vaksin Covid-19.

"Isinya kan virus yang sudah dimatikan, NaCl atau garam, tidak ada pengawet di sana. Jadi apa yang ditakutkan?" papar Bambang.

Viral Penerima Vaksin Covid-19 Tak Boleh Scan MRI

Sementara itu, viral di Facebook info yang menyebut vaksin Covid-19 menghasilkan gelombang elektromagnetik.

Dikarenakan dapat menghasilkan gelombang elektromagnetik, maka orang sudah divaksinasi Covid-19 tidak boleh melakukan scan Magnetik Resonance Imaging (MRI).

Informasi itu mengeklaim, apabila seseorang yang telah menerima vaksin Covid-19 menjalani prosedur scan MRI, maka akan timbul akibat yang berbahaya bahkan kematian.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):

"Saya memperingatkan orang-orang yang telah divaksin untuk menghindari scan MRI, terutama untuk beberapa minggu pertama, karena beberapa orang telah sangat terpengaruh oleh elektromagnetisme yang dihasilkan vaksin.

Kasus yang paling parah telah mengakibatkan kematian pasien,"

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membantah klaim bahwa vaksin Covid-19 menghasilkan gelombang elektromagnetik.

"Hoaks. Tidak ada kandungan elektromagnet dalam vaksin," kata Nadia, Selasa (12/10/2021), melansir dari Kompas.com dalam artikel '[HOAKS] Penerima Vaksin Covid-19 Tidak Boleh Scan MRI'

Nadia menjelaskan, vaksin Covid-19 berisi virus yang telah dimatikan serta zat dalam bentuk cairan untuk stabilitas vaksin.

"Ini (vaksin) adalah virus yang dimatikan dan ada zat dalam bentuk cairan untuk stabilitas vaksin," ujar Nadia.

Melansir AFP Fact Check, 8 Oktober 2021, ahli saraf dan profesor di University of British Columbia, Lara Boyd, mengatakan, prosedur scan MRI tetap aman bagi orang yang telah menerima vaksin Covid-19.

"Sama sekali tidak ada data yang menunjukkan bahwa scan MRI harus dihindari setelah vaksin Covid-19 apa pun," kata Boyd.

Jean Chen, seorang profesor biofisika medis di University of Toronto, juga setuju bahwa vaksinasi bukanlah alasan untuk menghindari scan MRI, yang disebutnya sebagai alat yang sangat bermanfaat untuk diagnosis dan penelitian.

"MRI menggunakan gelombang radio dalam medan magnet untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.

Tidak ada vaksin Covid-19 yang dapat memengaruhi proses ini, karena vaksin tidak mengandung bahan magnetik," kata Chen.

Berita lain terkait Manfaat Air Kelapa untuk Atasi Efek Samping