Pemprov Jabar Segera Berikan Uang Kadeudeuh, Bonus Para Atlet Berprestasi di PON Papua, Ini Waktunya
Kamis, 14 Oktober 2021 08:27 WIB
Editor: Mumu Mujahidin
Pemprov Jabar Segera Berikan Uang Kadeudeuh, Bonus Para Atlet Berprestasi di PON Papua, Ini Waktunya
Legisya Nur Aisyah saat menunjukkan medali emas yang diraihnya dalam PON XX 2021 Papua, Rabu (13/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemprov Jabar segera memberikan uang kadeudeuh kepada para atlet peraih medali di PON XX Papua 2021 melalui penganggaran APBD 2022, sehingga bisa diberikan di awal tahun.

Pemberian bonus ini sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jabar kepada para atlet yang sudah berjuang di PON XX Papua dan mengharumkan nama Jawa Barat dengan prestasinya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jabar, Engkus Sutisna, mengatakan memang jika dilihat melalui penganggarannya, pemberian bonus ini masuk dalam APBD 2022.

Namun demikian, para atlet ini tentunya akan mendapatkan bonusnya sesegera mungkin, dalam tempo waktu paling dekat, dan bukan berarti mereka akan mendapatkan bonusnya dalam jangka waktu setahun kemudian atau 12 bulan lagi.

Engkus menegaskan tidak ada istilah penundaan pemberian bonus atau uang kadeudeuh dari Pemprov Jabar kepada para atlet.

Pencairan bonusnya bisa dilakukan pada awal tahun 2022, yakni sekitar Februari 2022, bukan pada akhir 2022 seperti yang dikhawatirkan sejumlah pihak.

"Kalau Januari 2022 mungkin masih proses, tapi kalau Februari 2022, bonusnya sudah bisa cair. Ini hanya tentang prosedur penganggaran saja. Karena kita juga harus menghitung dulu kan berapa yang dapatnya, berapa besarannya, ini sedang digodok bersama dewan," kata Engkus melalui ponsel, Kamis (14/10).

Contohnya, kata Engkus, pemberian uang kadeudeuh bagi atlet berprestasi dalam Paralympic Tokyo sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2021.

Hal ini disebabkan waktu pengajuan untuk para atlet ini masih memungkinkan sebelum APBD Perubahan 2021 diketuk palu.

Pasangan ganda putra bulu tangkis Jawa Barat, Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudia Kusumawardana saat merayakan kemenangan dengan memamerkan medali emas PON XX Papua 2021 -
Pasangan ganda putra bulu tangkis Jawa Barat, Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudia Kusumawardana saat merayakan kemenangan dengan memamerkan medali emas PON XX Papua 2021 - (HUMAS PB PON/Ramah)

"Jadi memang tidak ada istilahnya ditunda atau diundur. Yang ada hanya sistem dan waktu penganggarannya yang memang sudah ditentukan. Kadeudeuh untuk PON masuk APBD 2022 bukan berarti menunggu satu tahun begitu, karena dua bulan lagi juga masuk 2022 dan kadeudeuh bisa diberikan di awal tahun," katanya.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Ali Rasyid, mengatakan penganggaran uang kadeudeuh bagi para atlet yang berprestasi dalam PON XX Papua tengah dibahas dalam rencana APBD Jabar 2022.

Prosesnya memang membutuhkan waktu karena terdapat sejumlah tahapan. Ia mengatakan KONI Jabar pun sudah mengajukan uang kadeudeuh tersebut.

Hal ini tengah dibahas dalam perancangan anggaran murni APBD 2022 bersama penganggaran lainnya.

"Terkait uang kadedeuh juga sudah diajukan oleh KONI, insya Allah masuk di anggaran murni dan saat ini sedang dalam proses pembahasan antara TAPD dengan Badan Anggaran," katanya melalui ponsel, Selasa (12/10).

Ia mengatakan proses penganggaran ini perlu dimaklumi karena APBD Perubahan 2021 sudah ditetapkan.

"Prinsipnya, prestasi gemilang ini insya Allah akan diapresiasi yang setinggi-tingginya. Kemudian yang disiapkan kan bukan uang kecil, kita kondisinya lagi pandemi, APBD Jabar juga pendapatannya tidak tercapai di angka Rp 5 triliun, jadi memang mesti saling memaklumi," katanya.

Ia mengatakan Jabar diyakini akan terus memimpin kemenangan dalam meraih medali emas, artinya Jabar akan diprediksi akan menjadi juara umum di PON XX Papua. 

"Capaian ini tentu berkat kerja keras banyak pihak mulai dari atlet itu sendiri, pelatih, para pimpinan cabor, hingga KONI Jabar yang memimpin kontingen secara keseluruhan, bahkan para tenaga kesehatan yang dalam hal ini dipimpin oleh Labkesda Jabar, yang telah memberikan vitamin, obat-obatan, hingga membantu tes Covid-19 secara profesional," katanya.

Pemprov dan DPRD Jabar, katanya, mendukung dari awal sampai akhir secara all out.

Mulai dari dukungan anggaran, memberikan support langsung di lapangan, dari rombongan eksekutif dipimpin gubernur datang langsung di pembukaan PON, rombongan Komisi V DPRD Jabar yang membidangi olah raga juga datang langsung ke lapangan memberikan support ke para atlet.

Ali mengatakan jika Jabar menjadi Juara Umum, Pemprov Jabar harus memberikan bonus sebagai apresiasi terhadap capaian prestasi baik untuk atlet, pelatih, maupun manajer. Mereka, katanya, telah bekerja keras, latihan tiap hari demi mengharumkan nama Jabar.

"Ini pertandingan sangat kompetitif, kami salut terhadap para atlet, pelatih, manajer dan para asisten yang penuh semangat mengejar ketertinggalan dan saat ini Jabar memimpin raihan emas yang sebelumnya Jabar ada di posisi ketiga. Kami yakin ini akan konsisten sampai akhir pertandingan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KONI Jabar yang memimpin kontingen Jabar dengan penuh semangat dan tidak mengenal lelah.

"Ini adalah pertandingan persahabatan, dalam rangka menumbuhkan tali kebangsaan kita. Semua daerah dipertemukan di Papua dalam sebuah arena olah raga. Raihan emas, perak maupun perunggu adalah bonus, yang paling penting adalah mengikat tali kebangsaan kita supaya makin kokoh dan tidak mudah di pecah belah," katanya.

Berdasarkan website ponxx2021papua.com pada Kamis (14/10) pukul 07.20, Jabar masih menempati posisi pertama dengan raihan medali emas sebanyak 125, kemudian 97 medali perak, dan 111 medali perunggu.

Di bawahnya ada Jawa Timur dengan 106 emas, DKI Jakarta 99 emas, dan Papua 87 emas.