Yoris & Istri Pernah Didatangi Tuti dalam Mimpi, Korban Pembunuhan Itu Berikan Pesan Penting: ‘Jaga’
Kamis, 14 Oktober 2021 05:41 WIB
Editor: Mumu Mujahidin
Yoris & Istri Pernah Didatangi Tuti dalam Mimpi, Korban Pembunuhan Itu Berikan Pesan Penting: ‘Jaga’
Yanti Jubaedah (25) saat ditemui Tribun di kediaman keluarga di Dusun Jalancagak, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (19/9/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang semakin berlarut-larut, jelang hari ke 60 belum juga terungkap.

Kepergian mendiang dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23) korban perampasan nyawa pada 18 Agustus 2021 lalu masih menyisakan duka mendalam bagi keluarganya.

Tak terkecuali Yoris (34) anak tertua dari Tuti serta kakak dari Amalia yang merupakan korban dalam kasus Subang.

Sudah 56 hari kepergian dari mendiang ibu serta adiknya Yoris tersebut, membuat dirinya terus memikiran sosok keduanya.

Bahkan Yoris mengatakan, sempat memimpikan ibunya tersebut dan berpesan untuk terus menjaga keluarganya.

"Emang kemarin-kemarin saya juga sempat mimpi mamah minta buat terus jaga keluarga," ucap Yoris di Subang, Rabu (13/10/2021).

Bukan hanya Yoris, istrinya pun sempat juga memimpikan sosok dari mertuanya tersebut.

"Dari istri saya juga pernah mimpi sosok mamah, minta suruh jaga saya juga, mungkin seperti itu mimpi sejak kepergian mamah sama Amalia," katanya.

Dengan demikian, Yoris sendiri terus berharap agar kasus perampasan nyawa dari ibu serta adiknya tersebut agar segera terungkap oleh pihak kepolisian.

"Harapan saya mah tetap sama supaya pelaku secepatnya ditangkap sama pihak kepolisian dan dihukum seberat-beratnya," ujar Yoris.

Sebeluymnya disebutkan bahwa anak Yoris (34) yang merupakan anak tertua dari Tuti sampai dengan saat ini merasakan setiap harinya merindukan sosok dari nenek serta bibinya tersebut yang meninggal secara tidak wajar.

"Tadi malam yah mungkin anak saya itu kan gak sengaja malam itu dia manggil saya tiba-tiba dia bersama mamahnya lagi ngegambar kayak bikin kuburan neneknya," ucap Yoris di Subang, Rabu (13/10/2021).

Kerinduan dari anak Yoris yang masih berusia lima tahun itu, Yoris menjelaskan bahwa anaknya terus menanyakan keberadaan sosok dari nenek serta bibinya.

"Dari gambarnya anak saya menjelaskan kayak ada anak saya, istri saya, saya di kuburan yang ada tulisan neneknya, saya juga kaget," katanya.

Diketahui, sosok dari anak Yoris tersebut sangat dekat dengan kedua korban dari perampasan nyawa itu.

Sementara itu, sudah berjalan 56 hari kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kabupaten Subang masih terus menuai misteri.

Pihak kepolisian masih terus berupaya mengungkap kasus yang sudah menjadi sorotan publik ini.

Diberitakan sebelumnya, sudah 55 hari lamanya kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang masih belum terungkap.

Sebelumnya, ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), ditemukan tak bernyawa di dalam bagasi mobil Alphard di halaman rumah, Desa Jalancagak, Subang, 18 Agustus 2021.

Pihak kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini.

Kini, Kapolres Subang, AKBP Sumarni kembali buka suara terkait kasus Subang.

Ia menjelaskan perkembangan terkini dari kasus yang menyita perhatian masyarakat Indonesa ini.

"Kami saat ini tengah mengumpulkan informasi dan bahan keterangan untuk mengungkap siapa dalang pelakunya," kata AKBP Sumarni, saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (12/10/2021).

Sejauh ini, pihak kepolisian sudah memanggil lebih dari 50 saksi.

Dari sejumlah saksi itu, ada orang-orang terdekat korban yang turut dipanggil, misalnya ada Yosef suami Tuti dan Mimin, istri muda Yosef.

"Sejauh ini (kami) sudah memanggil 54 saksi yang berkaitan dengan kasusnya," kata Sumarni.

Kapolres Subang AKBP Sumarni di Mapolres Subang
Kapolres Subang AKBP Sumarni di Mapolres Subang (Tribun Jabar / Dwiki Maulana)

Mengenai sudah ada atau tidaknya dugaan mengarah kepada tersangka, Sumarni enggan menjawabnya.

Pasalnya, kini pihak kepolisian masih dalam tahap pengumpulan alat bukti. 

"Kami meminta doanya agar kasus ini bisa segera terungkap," ujar Sumarni.

Fakta Soal Mimin

Sederet saksi sudah diperiksa oleh pihak kepolisian termasuk Mimin.

Istri muda Yosef ini sudah diperiksa sebanyak 10 kali.

Menurut tim kuasa hukum Yosef beserta Mimin, Deden Nasution, kliennya itu memang sempat kelelahan.

Namun, sekarang kondisinya sudah mulai membaik.

"Allhamdulilah nafsu makannya sudah kembali normal, memang. Kan dari awal kejadian Bu Mimin merasakan perasaan yang tidak tenang apalagi disudutkan banyak masyarakat," katanya, saat ditemui di kantornya, Senin (11/10/2021).

Lebih lanjut Deden mengungkapkan, sejak awal kasus Subang, Mimin tak tinggal lagi dengan Yosef.

Mimin tinggal dengan anaknya, sedangkan Yosef bersama adiknya.

Mimin Mintarsih (51) istri muda dari Yosef setelah selesai dilakukan pemeriksaan tambahan di Satreskrim Polres Subang, Rabu (29/9/2021) malam.
Mimin Mintarsih (51) istri muda dari Yosef setelah selesai dilakukan pemeriksaan tambahan di Satreskrim Polres Subang, Rabu (29/9/2021) malam. (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Jadi, untuk keperluan hidup sehari-hari, Mimin mendapatkannya dari anaknya yang telah bekerja.

"Jadi untuk makan serta kebutuhan dapur saat ini sama anaknya," ujar Deden.

Sebelumnya, barang-barang milik Mimin sempat disimpan oleh pihak Polres Subang.

Kini, barang-barang tersebut, seperti ponsel serta sepeda motor, sudah dikembalikan.

"Untuk barang-barang yang sempat disimpan pihak kepolisian sudah dikembalikan ke Bu Mimin selepas Bu Mimin menandatangani berita acara sumpah.

"Memang sebelumnya kan masih disimpan oleh pihak penyidik kaya handphonenya Bu Mimin, terus sama kendaraan sepeda motor," kata Deden.

Kepada Deden, Mimin menyampaikan agar kasus Subang bisa segera terungkap.

"Bu Mimin menyampaikan ke saya, dia terus sabar dan berdoa agar kasus ini segera terungkap, memang tujuannya agar terang benderang," ujarnya.

Yakin Yosef Tak Terlibat

Di sisi lain, tak sedikit masyarakat juga menuding Yosef sebagai pelaku kasus Subang.

Adik dari Yosef, Mulyana mengatakan, siapa yang menyudutkan kakaknya, tak mengetahui yang sebenarnya seperti apa.

Mulyana (54) adik kandung Yosef saat ditemui dikediamannya di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (10/10/2021).
Mulyana (54) adik kandung Yosef saat ditemui dikediamannya di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (10/10/2021). (TRIBUNJABAR.ID/DWIKY MAULANA VELLAYATI)

"Banyak yang menyudutkan kakak saya, tapi mereka tidak mengetahui yang sebenarnya itu seperti apa. Mereka hanya mengira-ngira," kata Mulyana saat ditemui Tribunjabar.id di kediamannya di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Minggu (10/10/2021).

Lebih lanjut Mulyana mengatakan, sejak kejadian kasus Subang pada 18 Agustus 2021, ia menyebut Yosef tak jauh darinya. Iya yakin, kakaknya tak terlibat apa pun.

"Perlu diketahui sejak tanggal 18 waktu kejadian dia tidak pernah jauh dari saya. Dia tidak terlibat apa pun di kasus ini," katanya.

Mulyana mengatakan, Yosef sebenarnya tabah menghadapi ujian akibat kasus itu.

Kendati demikian, Mulyana tak memungkiri kondisi badan kakaknya menjadi menurun.

Menurutnya, itu adalah hal yang wajar.

"Apalagi ini kan yang menjadi korbannya itu istri sama anaknya, kebayang enggak?," kata Mulyana.

Semenjak ditinggal pergi selama-lamanya oleh Tuti dan Amalia, Yosef terkadang melamun.

Dikatakan Mulyana, kakaknya melamun karena teringat anak dan istrinya.

"Jangankan ditinggal selamanya ditinggal jauh juga suka jadi pikiran, apalagi istri sama anaknya meninggalnya secara tidak wajar," katanya.

Kini, Mulyana berharap, kasus Subang bisa segera terungkap.

Mulyana mengatakan, Yosef bisa dibilang sangat tertutup untuk keluarga.

"Makanya sekali lagi, semoga kasus ini segera terungkap udah itu saja. Dia (Yosef) kalau ada apa-apa enggak pernah bilang dan dia sendiri memang tidak terbuka," ujarnya.

Yosef (55) beserta tim kuasa hukumnya saat akan memasuki salah satu bank swasta di Kabupaten Subang, Selasa (12/10/2021).
Yosef (55) beserta tim kuasa hukumnya saat akan memasuki salah satu bank swasta di Kabupaten Subang, Selasa (12/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Pun begitu ketika Yosef mengalami masalah, Mulyana mengatakan kakaknya itu tidak pernah bercerita apa-apa kepadanya.

"Dia lagi susah atau sedang ada masalah keluarga, dia enggak pernah cerita apa-apa sama saya," ujarnya.

Terkait pengungkapan kasus itu, Mulyana berharap polisi bisa segera mengungkapnya. Ia yakin dengan kinerja pihak kepolisian.

"Cuman harapan saya dengan adanya kasus ini masalah ini mudah-mudahan cepet terungkap. Saya yakin dengan kinerja dari kepolisian suatu saat akan terungkap semuanya," katanya.

Artikel ini diolah dari laporan kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah.

====

Sementara itu, hingga hari ke 56 pasca peristiwa perampasan nyawa ibu dan anak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, polisi belum juga bisa mengungkap siapa pelakunya.

Polisi sendiri masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sepert data, informasi, dan keterangan dari saksi-saksi.

Dapat diketahui, hingga saat ini polisi telah memeriksa sebanyak 56 orang saksi.

Diharapakan dengan 56 orang saksi yang sudah diperiksa oleh pihak kepolisian dapat segera menyingkap tabir dari kasus perampasan nyawa ibu dan anak itu