A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: channelName

Filename: video/Welcome.php

Line Number: 117

Backtrace:

File: /home/user_tj/public_html/website/controllers/video/Welcome.php
Line: 117
Function: _error_handler

File: /home/user_tj/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Akhirnya Manajemen PT PBB Tanda Tangan Petisi Bobotoh - Ini Pendapat Eko Maung | Video - TribunKU Apps
Akhirnya Manajemen PT PBB Tanda Tangan Petisi Bobotoh - Ini Pendapat Eko Maung
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:07 WIB WIB

"Tuntutan bobotoh kepada manajemen Persib Bandung untuk menandatangani petisi akhirnya terkabul. Menjelang tengah malam, Kuswara S Taryono menjadi perwakilan manajemen yang menandatangani petisi bobotoh dalam aksi bobotoh yang digelar di Graha Persib, Jalan Sulanjana No 17, Kota Bandung, Minggu (10/10).

Perwakilan bobotoh, Tobias Ginanjar, mengatakan bahwa aksi hari ini merupakan buntut ketidaksepakatan antara bobotoh dengan manajemen soal petisi. Dengan demikian, maka seluruh elemen melakukan aksi unjuk rasa untuk meminta manajemen menandatangani petisi.

Tobi mengatakan, aksi hari ini diikuti bukan hanya oleh bobotoh dari Bandung saja. Namun diikuti juga oleh perwakilan dari Karawang, Indramayu, hingga Jabodetabek.

Selain itu, Tobias mengungkapkan bahwa alasan bobotoh bertahan selama berjam-jam. Dia mengatakan, bobotoh hanya ingin bertemu manajemen. Dia
Juga mengapresiasi petugas keamanan yang memfasilitasi unjuk rasa ini. Tobi mengungkapkan, pihak keamanan terus berkomunikasi agar manajemen mau datang.

Dari lima poin yang ada di petisi, hanya poin nomor dua yang sempat menjadi perdebatan. Di poin kedua disebutkan bahwa Robert Alberts selaku pelatih Persib harus keluar dan tidak ada negosiasi lagi.

Poin kedua ini merupakan kelanjutan dari poin pertama yang meminta manajemen PT PBB harus bertanggung jawab dan meminta maaf atas semua kegagalan Robert Rene Alberts dalam mengangkat prestasi Persib.

Namun setelah diskusi cukup panjang, manajemen Persib akhirnya menyapakati poin nomor dua dengan beberapa catatan. Disebutkan bahwa evaluasi akan dilakukan kembali setelah seri kedua yang bakal berlangsung pekan depan.

Ratusan bobotoh mulai berdatangan ke Graha Persib sejak pukul 16.00 WIB. Mereka berasal dari berbagai daerah. Aksi semakin membesar karena ada ratusan bobotoh lagi yang merapat ke Graha Persib. Hal ini membuat semangat bobotoh untuk menyuarakan keinginannya semakin tidak mereda.

Pada aksi ini juga, bobotoh sempat membakar flare dan ban. Namun tak ada aksi anarkis yang terlihat meskipun suasana semakin memanas.

Sekitar pukul 18.00 WIB, aksi bobotoh sempat mereda. Namun mereka memilih bertahan di Graha Persib dan meminta manajemen Persib untuk datang. Sebab jika manajemen tak datang, maka mereka tidak ingin membubarkan diri. Bobotoh akan tetap bertahan sampai manajemen menemui mereka.

Baru pada pukul 20.20 WIB, manajemen Persib yang diwakili oleh Kuswara S Taryono datang. Bobotoh sempat kecewa lantaran yang mereka harapkan adalah kedatangan Teddy Tjahjono selaku Direktur Persib.
Sempat terjadi deadlock karena Kuswara meminta waktu untuk menandatangani petisi. Sementara bobotoh ingin Kuswara sesegera mungkin menandatangani petisi.

Akhirnya, pada pukul 22.30 WIB, Kuswara menandatangani petisi yang diberikan bobotoh dan membacakan poin-poin petisi hingga akhirnya bobotoh membubarkan diri.

Pengamat Sepak Bola Bandung dan Peneliti Hukum dan Olah Raga, Eko Noer Kristiyanto atau Eko Maung menganalisis tindakan bobotoh. Menurutnya, sayang sekali energi besar dari bobotoh tidak terarah dan gagal menyentuh hal-hal prinsipil. Ini terkait krisis kepemimpinan di bobotoh.

Ia mengatakan, sebetulnya peran leader harus ada. Kalau suporter bola ingin memberikan ultimatum kepada tim kesayangannya bukan duduk satu meja dengan manajemen.

Ia juga menyebutkan, kalau Bobotoh sekarang sudah dianggap sepele oleh manejemen. Bahkan bobotoh untuk menemui manajemen saja sangat sulit.
Selain itu, saat aksi kemarin, bisa dilihat ketika manajemen Persib datang malam. Padahal bobotoh sudah datang sejak sore hari.

Petisi kemarin itu menurutnya berlebihan. Karena sudah mencampuri urusan manajemen. Menurutnya, meminta mengubah tagar menang bersama menjadi Persib juara itu tidak fundamental.

Melalui perbincangan dengan otoritas, aksi di Bandung hari ini menjadi perhatian. Dan apa yang terjadi hari ini, kerumunan begitu banyak orang-orang hingga berjam-jam abai prokes, bernyanyi, berteriak dan sebagainya.

"Aksi hari ini juga terdokumentasi dan cukup menjadi alasan jika pemerintah ingin menghentikan Liga 1 semoga tidak," katanya.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha
Video Editor: Rudy Laudza

Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami:
Website : https://cirebon.tribunnews.com
Instagram: https://www.instagram.com/tribuncirebondotcom
Twitter : https://twitter.com/tribun_cirebon
Facebook : https://www.facebook.com/tribuncirebon
Tiktok : https://www.tiktok.com/@tribuncirebon.com

#tribuncirebon #bobotoh #persib"